Grup Djarum (TOWR) Raih Pendapatan Rp7,2T Laba Naik di Semester I 2026
:
0
Menara/tower telekomunikasi milik emiten TOWR berdiri kukuh. Foto: TOWR.
EmitenNews.com - PT Sarana Menara Nusantara Tbk. (TOWR) emiten kenamaan Grup Djarum itu melanjutkan tren pertumbuhan positif pada semester I 2026. Kenaikan pendapatan mendorong laba bersih perseroan menanjak.
Berdasarkan laporan keuangan (unaudited) yang terbit Senin (3/8), TOWR mencatat pundi-pundi pendapatan Rp7,20 triliun. Torehan itu tumbuh 12,69% secara tahunan dari Rp6,39 triliun pada semester I 2025.
Seiring naiknya pendapatan, beban pokok pendapatan juga tertekan meningkat 27,09% menjadi Rp2,58 triliun dari Rp2,03 triliun. Meski beban naik, laba bruto TOWR tetap menguat 5,72% menjadi Rp4,62 triliun dibandingkan Rp4,37 triliun di periode sama tahun lalu.
Pada level operasional, laba usaha perseroan naik 2,49% menjadi Rp3,70 triliun dari Rp3,61 triliun pada semester I 2025.
Kinerja semakin kuat di level pra-pajak. Laba sebelum pajak penghasilan TOWR melonjak 23,93% menjadi Rp2,02 triliun dari Rp1,63 triliun.
Setelah dikurangi beban pajak, laba periode berjalan tercatat Rp1,92 triliun, atau naik 16,36% dari Rp1,65 triliun tahun sebelumnya.
Laba bersih yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk juga tumbuh 12,12% menjadi Rp1,85 triliun dari Rp1,65 triliun pada semester I 2025.
Sejalan dengan itu, laba per saham dasar dan dilusian (EPS) TOWR meningkat 14,29% menjadi Rp32 per saham dari Rp28 per saham.
Hingga 30 Juni 2026, total aset TOWR tercatat Rp81,84 triliun, tumbuh 5,92% dari posisi 31 Desember 2025 sebesar Rp77,27 triliun.
Total liabilitas perseroan juga meningkat 5,10% menjadi Rp52,75 triliun dari Rp50,19 triliun. Sementara itu, ekuitas TOWR menguat 7,42% menjadi Rp29,09 triliun dari Rp27,08 triliun di akhir tahun lalu.
Related News
Siapkan PMTHMETD, Ultra Voucher (UVCR) Kuatkan Modal Kembangkan Bisnis
Haji Isam Masuk, Low Tuck Kwong Rintis BYAN dari Bisnis Kontraktor
Sugeng dan Rudy Perkuat Mitrabahtera (MBSS), Ini Posisinya Usai RUPSLB
Nextier Jualan MGLV Lagi, Volume 7 Juta Unit, Harga Setara Pertalite
Induk Frisian Flag Caplok Ultrajaya (ULTJ), Saham Langsung Melesat!
Saham Big Cap Runtuh di Sesi I (18/9), Ternyata Asing Net Sell Rp1,14T





