Grup Hapsoro (SINI) Siapkan Capex Tambang Rp510M, Genjot Produksi 2026
:
0
Alat berat tengah beraksi di area pertambangan Singaraja Putra. Foto: Istimewa
EmitenNews.com - PT Singaraja Putra Tbk. (SINI) menyiapkan belanja modal dan modal kerja jumbo untuk mempercepat pengembangan bisnis pertambangan melalui entitas anaknya, PT Diya Sakarya, sepanjang 2026.
Perseroan memperkirakan kebutuhan dana mencapai Rp510 miliar, seiring peningkatan skala operasi dan target produksi batubara tahun depan.
Direktur Utama Singaraja Putra (SINI), Amir Antolis dalam keterangannya yang dikutip Senin (2/2/2026) menyampaikan kebutuhan dana tersebut mencakup modal kerja operasional hingga belanja modal (capex) untuk mendukung aktivitas penambangan dan infrastruktur tambang. Selain itu, terdapat tambahan kebutuhan belanja modal sebesar Rp2,73 triliun yang akan digunakan secara bertahap hingga 2028.
“Pendanaan akan diperoleh dari hasil kegiatan operasional anak usaha Perseroan,” ujar Amir dalam keterbukaan informasi kepada Bursa Efek Indonesia (BEI).
SINI mengakui terdapat sejumlah tantangan operasional sepanjang 2025–2026, mulai dari dinamika regulasi, proses perizinan, hingga faktor cuaca ekstrem.
Namun, Perseroan telah menyiapkan langkah mitigasi, termasuk percepatan dokumen perencanaan tambang, koordinasi lintas pemangku kepentingan, serta penguatan manajemen kontraktor untuk menjaga kelancaran produksi.
Sejalan dengan pengembangan bisnis pertambangan, SINI mengestimasi kontribusi pendapatan dari penjualan batu bara akan meningkat dari sekitar Rp154 miliar pada 2025 menjadi Rp2,98 triliun pada 2026.
Kenaikan ini ditopang oleh pengembangan bertahap kegiatan usaha pertambangan, kesiapan operasional, serta proyeksi kondisi pasar batubara yang dinilai lebih stabil.
Ke depan, Perseroan juga menargetkan dua entitas anak di sektor pertambangan batubara, yakni PT Pesona Bara Cakrawala dan PT Cakrawala Bara Persada, masing-masing dapat melakukan first cut atau pembukaan lahan pada kuartal II 2026 dan kuartal II 2027.
Langkah ini diharapkan menjadi fondasi utama peningkatan kapasitas produksi dan kontribusi pendapatan jangka menengah Perseroan.
Related News
Kejar Free Float, Yupi Indo (YUPI) Siapkan 4 Opsi, Salah Satunya ESOP
Saham FCA Ini Melejit ARA & Disuspensi BEI Secara Tiba-Tiba, Kenapa?
2 Hari Berturut, Investor Asing Ini Lepas 337 Juta Saham BVIC Rp32,69M
CLEO Operasikan 2 Pabrik Baru di Q4-2026, Jaga Pertumbuhan Dua Digit
Reshuffle! KKGI Rombak Direksi, Wimpi Salim Jadi Dirut Baru
Saldo Laba 2025 Menggunung, KKGI Kucurkan Dividen Tunai Rp20 per Saham





