TRADE

 -0.24%

IDXINDUST

 -0.51%

IDXINFRA

 -0.58%

AGRI

 1.03%

MNC36

 -0.66%

IDXCYCLIC

 -0.50%

IDXSMC-LIQ

 -0.26%

IDXHEALTH

 -0.53%

IDXTRANS

 0.31%

IDXENERGY

 0.39%

IDXQ30

 -0.58%

IDXFINANCE

 -0.63%

INFOBANK15

 -0.85%

I-GRADE

 -0.79%

BASIC-IND

 -0.74%

COMPOSITE

 -0.52%

IDXTECHNO

 -0.19%

MANUFACTUR

 -0.74%

IDXV30

 -0.12%

IDXNONCYC

 -0.45%

FINANCE

 -0.64%

Investor33

 -0.70%

IDXSMC-COM

 -0.25%

MISC-IND

 -0.60%

IDXESGL

 -0.97%

IDXBASIC

 -0.69%

DBX

 -0.58%

MINING

 0.03%

IDX30

 -0.55%

IDXG30

 -0.53%

KOMPAS100

 -0.73%

PEFINDO25

 -0.96%

MBX

 -0.51%

BISNIS-27

 -0.69%

ISSI

 -0.43%

IDXPROPERT

 -0.35%

LQ45

 -0.62%

PROPERTY

 -0.32%

IDXBUMN20

 -0.68%

IDXHIDIV20

 -0.59%

JII

 -0.55%

INFRASTRUC

 -0.40%

IDX80

 -0.58%

JII70

 -0.59%

CONSUMER

 -0.80%

SRI-KEHATI

 -0.71%

SMinfra18

 -0.14%

Gubernur Jateng Siapkan Inovasi Pelayanan Rumah Sakit Berbasis Kemudahan dan Kecepatan

23/01/2020, 09:50 WIB

Gubernur Jateng Siapkan Inovasi Pelayanan Rumah Sakit Berbasis Kemudahan dan Kecepatan
EmitenNews.com – Benarlah, asas rumah sakit adalah pelayanan berbasis kemudahan, dan kecepatan. Inovasi itulah yang tengah disiapkan Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo. Ia mengusulkan agar sistem rujukan dalam BPJS Kesehatan dihapuskan, selain melarang seluruh rumah sakit di Jawa Tengah menolak pasien miskin. Dalam keterangannya yang dikutip Kamis (23/1/2020), Ganjar menegaskan pelayanan kesehatan harus mengutamakan sisi kemanusiaan. Karena itu, selain tidak boleh menanyakan agama, alat kelamin dan suku, pihak rumah sakit dilarang menanyakan "dompet" pasien. RS dilarang minta pasien membayar deposit sebagai syarat pelayanan dan penanganan kesehatan. Dalam pengarahannya kepada jajaran direksi rumah sakit RS Prof. Margono Soekarjo Purwokerto, Selasa (21/1/2020), Ganjar Pranowo mengatakan, prinsip pelayanan RS yang harus mengutamakan sisi kemanusiaan itu, berlaku untuk seluruh rumah sakit. Jadi, jangan pernah menolak pasien miskin. Karena akan menimbulkan sakit hati. Kalau ada warga yang tidak memiliki kartu BPJS Kesehatan, Ganjar memerintahkan direksi baru di RS Margono membuat manajemen yang bisa mengakomodasi mereka. Dengan begitu masyarakat merasa dipermudah dan dibantu. "Selanjutnya ada cara-cara mereka yang bisa dilakukan sendiri dengan iuran, BAZNAS dan sebagainya. Untuk yang biasanya belum punya BPJS dan tidak mampu kita bantu. Kita bergotong royong." Ganjar menekankan, dalam pelayanan kesehatan, yang mesti dipegang dua hal: cepat dan mudah. Untuk itu, kata dia, mata rantai birokrasi harus dipotong, sehingga mempercepat pelayanan kesehatan. "Rujukan itu membosankan. Sistem rujukannya mesti diubah. Yang begini-begini ini akan memotong rantai-rantai birokrasi dan penanganan kesehatan bisa cepat." Dengan semangat itu, Ganjar Pranowo mendorong inovasi di seluruh rumah sakit terutama milik Pemerintah Provinsi Jawa Tengah. Ia mengaku sudah berkonsultasi dengan BPJS Kesehatan untuk merealisasikan hal tersebut. Beberapa rumah sakit menurut dia, telah menawarkan konsep pelaksanaan inovasi rujukan itu. ***  

Author: M. Nasir