EmitenNews.com - PT Elnusa Tbk. (ELSA) mengumumkan rencana pembelian kembali saham atau buyback senilai Rp100 miliar setelah sempat terkoreksi.

Berdasarkan data perdagangan terakhir Jumat (31/7), saham ELSA ditutup di Rp695. Harga saham ELSA 1 bulan terakhir sahamnya tengah naik 33,65%, namun secara 3 bulan masih terkoreksi 12,03%, dan puncaknya sejak dari All Time High (ATH) sepanjang tahun di Rp1.000 pada 2 Maret 2026, ELSA telah terkoreksi sebesar 30,5 persen.

Direktur Keuangan ELSA Nelwin Aldriansyah menyampaikan rencana Buyback tersebut disampaikan perseroan dalam keterbukaan informasi ke Bursa Efek Indonesia pada Jumat (31/7). Dana buyback akan berasal dari optimalisasi kas internal.

“Rencana pembelian kembali saham ini merupakan bagian dari upaya Perseroan untuk menciptakan nilai tambah bagi pemegang saham. Langkah ini juga mencerminkan keyakinan manajemen terhadap fundamental bisnis Elnusa yang solid, kinerja operasional yang sehat, serta prospek usaha yang positif dan berkelanjutan di masa depan,” ujar Nelwin dalam siaran pers.

Nelwin menjadwalkan periode buyback mulai 3 Agustus hingga 2 November 2026. Pembelian akan dilakukan pada harga yang dianggap baik dan wajar dengan mengacu pada POJK 29/2023.

Ia menambahkan, perseroan memiliki kondisi keuangan yang sehat sehingga pelaksanaan buyback tidak akan mengganggu aktivitas bisnis maupun rencana pengembangan usaha.

Aksi korporasi ini dilakukan untuk menjaga kestabilan antara fundamental perseroan dan fluktuasi pasar. Buyback juga bertujuan menunjukkan keyakinan terhadap nilai intrinsik, mengoptimalkan struktur modal, serta memperkuat nilai bagi pemegang saham.

ELSA merupakan anak usaha PT Pertamina Hulu Energi yang tergabung dalam Subholding Upstream Pertamina. ***