Harga Minyak Tembus USD91, Ancam Impor Energi Indonesia
:
0
Harga minyak mentah dunia melanjutkan tren penguatan hingga mendekati level USD91 per barel pada perdagangan Rabu (2/9/2026).(Foto: Magnific)
EmitenNews.com - Harga minyak mentah dunia melanjutkan tren penguatan hingga mendekati level USD91 per barel pada perdagangan Rabu (2/9/2026). Kenaikan untuk sesi ketiga berturut-turut ini membawa harga minyak ke level tertinggi dalam hampir enam minggu terakhir.
Lonjakan harga energi global ini dipicu oleh meningkatnya permusuhan antara pasukan Amerika Serikat dan Iran. Situasi ini memperkuat kekhawatiran pasar terhadap potensi gangguan pasokan dari kawasan Timur Tengah.
Berdasarkan data Trading Economics yang merangkum perkembangan pasar global, militer AS melancarkan serangan baru terhadap target Iran di sekitar Selat Hormuz. Presiden AS Donald Trump menyatakan tindakan ini merupakan pembalasan atas upaya Teheran memasang ranjau di jalur air tersebut serta serangan sebelumnya ke pangkalan militer AS.
Presiden Donald Trump turut mengancam akan memberikan respons militer yang jauh lebih besar apabila Teheran melakukan pembalasan. Sementara itu, pihak Iran menyatakan telah merespons dengan menargetkan pangkalan militer AS di kawasan tersebut dan menembakkan rudal ke arah Yordania.
Di sisi lain, Menteri Keuangan AS Scott Bessent menilai kondisi finansial Iran semakin terdesak. "Kebangkrutan Iran berada dalam fase percepatan," kata Scott Bessent.
Bessent mencatat sebanyak 17 juta barel minyak mentah tetap berhasil melewati Selat Hormuz pada hari Senin. Hal tersebut menunjukkan bahwa Teheran tidak memegang kendali penuh atas jalur pelayaran strategis tersebut.
Eskalasi di Selat Hormuz dan kenaikan harga minyak mendekati USD91 per barel ini menjadi alarm bagi perekonomian Indonesia. Sebagai negara pengimpor bersih (net importer) minyak bumi, tren kenaikan harga energi internasional ini berpotensi membengkakkan nilai impor BBM nasional, memperlebar defisit transaksi berjalan, serta menambah beban subsidi energi dalam APBN.(*)
Related News
Tarif Trump Kerek Harga Baja AS ke Rekor Tertinggi 4 Tahun
Pemerintah: MSCI tak Selalu Benar, Investor tak Perlu Panik
Rupiah Terus Melemah Tertekan Penguatan USD Hari Ini
Harga Emas Kokoh di USD4.150 Imbas Konflik Timur Tengah
Aksi Jual Saham Teknologi Mereda, Indeks Nikkei Kembali Naik
Stok Minyak AS Menyusut, Harga Brent Tembus USD105 per Barel





