Harga Produsen China Melambat, Pasokan RI Terancam Melimpah
:
0
Laju inflasi tahunan Tiongkok melambat signifikan menjadi 0,5 persen pada Juli 2026 dari posisi 1,0 persen pada bulan sebelumnya. (Foto: Radar Bangsa)
EmitenNews.com - Laju inflasi tahunan Tiongkok melambat signifikan menjadi 0,5 persen pada Juli 2026 dari posisi 1,0 persen pada bulan sebelumnya. Capaian ini lebih rendah dari estimasi pasar sebesar 0,8 persen sekaligus menjadi titik terendah sejak Januari 2026 akibat meredanya biaya energi global dan lemahnya permintaan domestik.
Penurunan inflasi konsumen serta harga produsen di mitra dagang utama Indonesia ini berpotensi berdampak pada dinamika perdagangan bilateral, terutama permintaan komoditas ekspor nasional dan masuknya barang konsumsi impor bernilai murah.
Trading Economics mencatat bahwa penurunan inflasi tahunan ini dipicu oleh penurunan harga pangan yang terus berlanjut serta laju inflasi non-pangan yang melambat. Penurunan harga bahan bakar oleh pemerintah Tiongkok dan meredanya gangguan pasokan energi di Timur Tengah turut menahan kenaikan biaya transportasi dari 4,1 persen menjadi 0,4 persen.
Sektor pangan Tiongkok mengalami kontraksi selama empat bulan berturut-turut dengan penurunan sebesar 1,5 persen secara tahunan. Penurunan harga paling tajam terjadi pada komoditas daging babi yang merosot 13,9 persen akibat melimpahnya pasokan dan konsumsi masyarakat yang masih lesu. Harga buah-buahan segar juga turun 1,1 persen, sementara minyak goreng turun 1,1 persen.
Di tingkat produsen, Indeks Harga Produsen (PPI) Tiongkok hanya tumbuh 3,5 persen secara tahunan pada Juli 2026. Angka tersebut melambat dari kenaikan 4,1 persen pada Juni 2026 dan menjadi inflasi produsen terendah sejak April. Secara bulanan, harga produsen Tiongkok terkoreksi 0,9 persen.
Penyebab utama melambatnya harga produsen adalah penurunan tekanan biaya energi pasca meredanya guncangan pasokan minyak di Selat Hormuz. Kenaikan harga bahan baku produksi melambat menjadi 4,8 persen dibanding bulan sebelumnya yang mencapai 5,5 persen. Sementara itu, harga barang konsumsi di tingkat produsen tetap minus 0,8 persen.
Secara bulanan, harga konsumen Tiongkok turun 0,1 persen pada Juli 2026. Penurunan ini berlawanan dengan konsensus pasar yang memperkirakan kenaikan 0,2 persen. Sementara itu, inflasi inti Tiongkok yang mengecualikan komponen makanan dan energi tercatat sebesar 0,9 persen secara tahunan, sedikit turun dari posisi 1,0 persen pada Juni 2026.(*)
Related News
Emas Bertahan USD4.300 Per Ons, Sinyal Positif Pasar Logam RI
Ketegangan Hormuz Dorong Harga Minyak Brent ke USD84 per Barel
Fokus Pasar Domestik, Ekonom Ragukan Ekonomi RI Tumbuh 8%
Harga Emas Antam Stagnan di Rp2.690.000 per Gram
Tawarkan ini, Asuransi Jasindo Ramaikan Danantara Housing Expo 2026
Jepang Tak Ragu Kembali Intervensi Untuk Tahan Yen





