Harga Rp100 Per Lembar, Victoria Investama (VICO) Bakal Private Placement 915 Juta Saham
:
0
EmitenNews.com - Dalam rangka kegiatan usaha, PT Victoria Investama Tbk (VICO) berencana memperkuat struktur permodalan dan meningkatkan jumlah saham yang beredar sehingga secara tidak langsung meningkatkan likuiditas perdagangan atas saham Perseroan melalui aksi korporasi PMTHMETD atau private placement.
Merujuk keterangan resmi VICO, Rabu (20/10/2021) disebutkan bahwa Perseroan akan melakukan PMTHMETD sebanyak-banyaknya 915.009.468 lembar saham dengan nilai nominal Rp100 per saham atau sebanyak-banyaknya 10 persen dari modal ditempatkan dan disetor penuh dalam Perseroan.
Rencana tersebut dilakukan dalam rangka rencana memperkuat struktur permodalan Perseroan dan/atau entitas anak, investasi pada efek atau surat berharga serta sebagai modal kerja Perseroan. Bilamana private placement ini dilaksanakan maka pemegang saham Perseroan akan terkena dilusi kepemilikannya sebanyak-banyaknya 9,09 persen.
Tingkat kecukupan dan struktur permodalan adalah salah satu faktor utama yang mempengaruhi kemampuan suatu perusahaan dalam melakukan pengembangan usaha dan perluasan jenis kegiatan usaha. Pengembangan usaha dan perluasan jenis kegiatan usaha Perseroan perlu didukung dengan peningkatan modal. Sehubungan dengan hal tersebut, Perseroan melihat bahwa alternatif pendanaan dalam rangka peningkatan modal disetor adalah pengeluaran saham dari portepel dengan mekanisme PMTHMETD sesuai POJK No. 14/2019.
Private placement ini dapat dilaksanakan sekaligus atau bertahap dalam jangka waktu 2 tahun terhitung sejak disetujui oleh RUPSLB Perseroan pada hari Kamis, tanggal 25 November 2021.
Related News
Melesat 84,5 Persen, ISAT Cetak Laba Rp4,30 Triliun Semester I 2026
Underwriter Trimegah (LG) Ada Pipeline Antrean IPO Hingga PUB Obligasi
Drop 276,71 Persen, BUKA Boncos Rp820,74 Miliar Semester I
Laba Q2 DKFT Melesat 30 Persen Jadi 403M meski Volume Penjualan Anjlok
Laba BCA (BBCA) Semester I 2026 Rp29,5T, Kredit Tembus 8% ke Rp1.036T
Laba ESSA Naik Dua Kali Lipat Lebih Jadi USD30 Juta Semester I 2026





