EmitenNews.com -  PT Harta Djaya Karya Tbk (MEJA) resmi melantai di Bursa Efek Indonesia (BEI), Senin (12/2) sebagai emiten ke-14 yang tercatat pada tahun 2024. Dalam debut perdananya saham MEJA naik 9,7% ke posisi harga Rp 113 per saham.

PT Harta Djaya Karya Tbk (MEJA) adalah emiten industri konsultasi desain, konstruksi interior, dan pabrikasi furnitur. Dengan komitmen yang tak berubah selama lebih dari 10 tahun, Perseroan terus menyediakan layanan unggul kepada kliennya. Pengalaman yang kaya telah memperkuat posisi MEJA sebagai pemimpin industri dalam menyediakan solusi desain dan konstruksi interior yang inovatif.

 

MEJA saat ini memperluas layanannya dengan menawarkan konsultasi desain yang komprehensif, mulai dari perencanaan ruang hingga pemilihan bahan. Setiap proyek yang dijalankan oleh MEJA dirancang untuk mencerminkan visi dan kebutuhan klien dengan presisi dan kreativitas.

Sebagai kontraktor interior yang terpercaya, MEJA memiliki kapabilitas untuk mengimplementasikan desain awal sesuai dengan keinginan klien. Dengan fokus pada detail dan komitmen terhadap standar kualitas tertinggi, MEJA memastikan bahwa setiap proyek konstruksi interior mencapai tingkat keunggulan yang diinginkan. Lebih dari sekadar konstruksi, MEJA juga menyediakan pabrikasi furnitur khusus. 

Produk furnitur yang diproduksi secara custom-made dan loose furniture seperti meja, kursi, dan sofa, yang dapat disesuaikan sepenuhnya dengan kebutuhan proyek dan preferensi unik dari setiap klien. MEJA tetap menjadi pilihan utama bagi mereka yang menginginkan solusi desain dan konstruksi interior berkualitas tinggi.

 

Ekspansi Bisnis, Peningkatan Kapasitas Produksi, Rencana Strategis dan Penawaran Saham di Pasar Modal Dalam masa mendatang, MEJA telah merinci sebuah strategi yang bertujuan untuk mempercepat pertumbuhan bisnisnya. Rencana ini mencakup inisiatif seperti pembangunan workshop baru, dengan fokus pada peningkatan kapasitas produksi perusahaan. 

Selain itu, MEJA berencana untuk mendirikan 'Experience Center' di beberapa lokasi yang strategis, sebagai langkah nyata untuk memperluas cakupan target pemasaran perusahaan. Seiring dengan upaya perluasan ini, MEJA juga memiliki rencana untuk memperkenalkan brand internal yang eksklusif untuk produk furnitur buatannya. 

 

Langkah ini diharapkan tidak hanya akan meningkatkan citra merek Perseroan, tetapi juga memberikan nilai tambah kepada pelanggan dengan menyajikan produk yang unik dan berkualitas tinggi. Sebagai salah satu langkah nyata mendukung ekspansi tersebut, MEJA pada tahun ini melaksanakan Penawaran Umum Saham Perdana Saham atau IPO, dan saat ini telah resmi memulai masa Penawaran Umum (offering) pada tanggal 31 Januari – 6 Februari 2024.

Berdasarkan informasi yang tertuang dalam Prospektus, Perseroan menawarkan sebanyak 480.000.000 saham Baru atau setara dengan 25,03% dari modal disetor setelah IPO yang ditawarkan pada harga sebesar Rp103,- per saham, dengan target dana yang terkumpul sebesar Rp49.440.000.000,-

 

Dana hasil IPO tersebut rencananya akan digunakan untuk pembelian aset tetap berupa peralatan kerja kantor, peralatan kerja proyek kemudian sewa bangunan, kendaraan, dan pengembangan sistem informasi. 

Bersamaan dengan IPO ini, MEJA juga menerbitkan sebanyak 480.000.000 Waran Seri I dengan rasio setiap pemegang 1 Saham Baru berhak memperoleh 1 Waran Seri I dengan harga pelaksanaan sebesar Rp115,- per saham.

 

Richie Adrian Hartanto, yang menjabat sebagai Direktur Utama Perusahaan, mengungkapkan bahwa melalui proses IPO ini, Perseroan akan memperoleh sumber daya yang lebih besar untuk mendukung implementasi inisiatif keberlanjutan yang telah direncanakan sebelumnya.