EmitenNews.com - Indeks bursa Wall Street akhir pekan lali ditutup melemah. Itu terjadi akibat pelemahan saham sektor AI, dan kenaikan harga minyak. Indeks VIX menguat di atas level 22 untuk kali pertama dalam empat bulan terakhir, mengindikasikan lonjakan ketidakpastian, kecemasan pasar, dan eskalasi volatilitas 30 hari ke depan.

Harga minyak Brent meningkat di atas 3 persen menjadi USD110 per barel, akibat eskalasi konflik di Timur Tengah, dan konflik antara Rusia-Ukraina. Chairman the Fed Kevin Warsh tidak memberi sinyal mengenai hasil FOMC bulan ini namun menyatakan inflasi lebih tinggi dari perkiraan tidak mengubah penilaiannya terhadap ekonomi Amerika Serikat (AS).

Kondisi itu, makin menurunkan ekspektasi akan kenaikan suku bunga the Fed bulan ini. Perkembangan geopolitik di Ukraina, dan Timur Tengah akan terus dicermati investor global di tengah gejolak harga minyak, dan tren kenaikan inflasi.

Akhir pekan lalu, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup melemah 11,57 persen menjadi 5.185. Katalis negatif dari MSCI berpotensi masih akan mendominasi pada pekan ini, meski perpindahan kelas tersebut masih berupa usulan, dan pengkajian serta belum pasti akan terjadi.

Namun hal tersebut telah meningkatkan ketidakpastian di pasar modal Indonesia, sehingga membuat investor cenderung menghindari risiko. Adanya upaya dari otoritas bursa untuk melakukan penegakan hukum terhadap pihak-pihak dianggap melakukan pelanggaran, dalam jangka pendek berpotensi meningkatkan volatilitas dan ketidakpercayaan.

Kalau diimplementasikan dengan baik, dalam jangka panjang akan kembali meningkatkan kredibilitas, dan kepercayaan investor terhadap pasar modal Indonesia. Secara teknikal, IHSG diperkirakan menguji level psikologis di 5,000 pada pekan ini, jika break berpotensi menguji support berikut level 4.700-4.800.

Berdasar data itu, Phintraco Sekuritas menyarankan para pelaku pasar untuk mengoleksi sejumlah saham unggulan berikut. Yaitu, Pakuwon Jati (PWON), PT Bukit Asam (PTBA), Triputra Agro Persada (TAPG), Indo Tambangraya Megah (ITMG), dan United Trators (UNTR). (*)