IDXINDUST

 0.00%

IDXINFRA

 0.00%

IDXCYCLIC

 0.00%

MNC36

 0.00%

IDXSMC-LIQ

 0.00%

IDXHEALTH

 0.00%

IDXTRANS

 0.00%

IDXENERGY

 0.00%

IDXMESBUMN

 0.00%

IDXQ30

 0.00%

IDXFINANCE

 0.00%

I-GRADE

 0.00%

INFOBANK15

 0.00%

COMPOSITE

 0.00%

IDXTECHNO

 0.00%

IDXV30

 0.00%

ESGQKEHATI

 0.00%

IDXNONCYC

 0.00%

Investor33

 0.00%

IDXSMC-COM

 0.00%

IDXBASIC

 0.00%

IDXESGL

 0.00%

DBX

 0.00%

IDX30

 0.00%

IDXG30

 0.00%

ESGSKEHATI

 0.00%

KOMPAS100

 0.00%

PEFINDO25

 0.00%

BISNIS-27

 0.00%

ISSI

 0.00%

MBX

 0.00%

IDXPROPERT

 0.00%

LQ45

 0.00%

IDXBUMN20

 0.00%

IDXHIDIV20

 0.00%

JII

 0.00%

IDX80

 0.00%

JII70

 0.00%

SRI-KEHATI

 0.00%

SMinfra18

 0.00%

mark dynamics indonesia
victoria sekuritas

IDI Ingatkan Agar Waspadai Munculnya Hepatitis Misterius, Mari Kenali Gejalanya!

03/05/2022, 20:15 WIB

IDI Ingatkan Agar Waspadai Munculnya Hepatitis Misterius, Mari Kenali Gejalanya!

EmitenNews.com - Waspadalah. Ketua Umum Pengurus Besar Ikatan Dokter Indonesia (PB IDI) dr Adib Khumaidi SpOT mengingatkan para tenaga kesehatan dan masyarakat agar mewaspadai kemunculan hepatitis misterius. Misterius, jika hasil laboratorium negatif virus hepatitis A, B, C, dan E. Agar tidak keliru mengambil tindakan, perhatikan sejumlah gejala penyakit ini. WHO telah mempublikasikan hepatitis akut ini, sebagai Kejadian Luar Biasa (KLB).


Menurut Adib, hepatitis akut yang belum diketahui penyebabnya ini telah secara resmi dipublikasikan sebagai Kejadian Luar Biasa (KLB) oleh Badan Kesehatan Dunia WHO. Sejak itu, jumlah laporan kasus ini terus bertambah, tercatat lebih dari 170 kasus dilaporkan oleh lebih dari 12 negara. Jadi, waspadalah.


Dalam keterangannya, Selasa (3/5/2022), Adib Khumaidi mengungkapkan, ada sejumlah gejala hepatitis akut yang wajib diwaspadai pada sejumlah kondisi klinis pasien. Nakes yang berpraktik secara mandiri maupun di puskesmas diminta memperhatikan kondisi klinis pasien anak dan dewasa seperti berikut:


Di antaranya, Perubahan warna urine (gelap), Feses (pucat), Penyakit kuning, Gatal, Nyeri sendi atau pegal-pegal. Lainnya, Demam tinggi, Mual, Muntah, Nyeri perut, Lesu, Hilang nafsu makan, dan Diare.


Berikutnya, Kejang ditandai dengan Serum Aspartate transaminase (AST)/SGOT atau Alanine transaminase (ALT)/ SGPT lebih dari 500 U/L.


Menurut Adib, hepatitis akut yang belum diketahui penyebabnya ini telah secara resmi dipublikasikan sebagai Kejadian Luar Biasa (KLB) oleh Badan Kesehatan Dunia WHO. Sejak itu, jumlah laporan kasus ini terus bertambah, tercatat lebih dari 170 kasus dilaporkan oleh lebih dari 12 negara.


Sementara itu Kementerian Kesehatan telah meningkatkan kewaspadaan dalam dua pekan terakhir setelah Badan Kesehatan Dunia (WHO) menyatakan Kejadian Luar Biasa (KLB) pada kasus Hepatitis Akut yang menyerang anak-anak. Kasus ini terjadi di Eropa, Amerika dan Asia, dan belum diketahui penyebabnya sejak 15 April 2022.


Penting diketahui, kewaspadaan tersebut meningkat setelah tiga pasien anak yang dirawat di RSUPN Dr. Cipto Mangunkusumo Jakarta dengan dugaan Hepatitis Akut yang belum diketahui penyebabnya meninggal dunia. Kematian tersebut dalam kurun waktu berbeda dengan rentang dua minggu terakhir hingga 30 April 2022.


Info yang ada menyebutkan, ketiga pasien ini merupakan rujukan dari rumah sakit di Jakarta Timur dan Jakarta Barat. Gejala yang ditemukan pada pasien-pasien ini adalah mual, muntah, diare berat, demam, kuning, kejang dan penurunan kesadaran. ***


Author: N A