IHSG Akhir Tahun: Bocoran Panas IPO dan Window Dressing
Lantai perdagangan Bursa Efek Indonesia (BEI) di Jakarta.
Secara historis, dampak window dressing terfokus pada Saham Blue Chip yang tergabung dalam indeks likuid seperti IDX30 atau LQ45, terutama Perbankan Besar (seperti BBCA dan BBRI), Telekomunikasi, dan Konsumer Primer yang memiliki kapitalisasi pasar dan likuiditas tinggi.
Selain itu, MI juga menyasar Saham Berkinerja Terbaik Tahun Berjalan (The Winners) untuk memperkuat narasi kesuksesan investasi mereka, sementara pergerakan Investor Asing Besar turut menambah tekanan beli pada emiten yang menjadi top holding mereka.
Related News
Satu Tahun Danantara: Evaluasi Kinerja dan Arah Strategis ke Depan
Denda Kecil dan Terlambat Bertindak: Di Mana Fungsi Pencegahan OJK?
Catatan Kesepakatan Perdagangan (Agreement on Reciprocal Tariff) RI-AS
BEI Pertimbangkan Buka Kode Broker: Angin Segar bagi Investor Ritel?
Pelajaran Berharga dari Kasus Dana Syariah Indonesia
Hijau yang Berbahaya: Saat IHSG Menguat Tapi Risiko Belum Pergi





