EmitenNews.com - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kembali berada di zona merah pada perdagangan awal pekan, Senin (8/6/2026). Sepanjang hari konsisten berada di area negatif, indeks komposit ditutup anjlok 252,62 poin atau 4,52% ke level 5.342,13.

Pergerakan negatif indeks sudah dimulai sejak perdagangan pagi, dibuka langsung memerah ke level 5.486,31. Rentang pergerakan intraday terendah di 5.317,90 dan tertingginya di level 5.523,94.

Aksi jual masif tercermin pada penurunan harga 661 saham, jauh lebih banyak ketimbang saham yang menguat dan diam di tempat alias stagnan yaitu masing'masing sebanyak 78 saham.

Total volume perdagangan hari ini mencapai 32,45 miliar saham dengan akumulasi nilai transaksi Rp21,46 triliun. Frekuensi perpindahan saham yang terjadi tercatat sebanyak 2,21 juta kali.

Sementara itu, pergerakan saham PT Chandra Asri Pacific Tbk (TPIA) menjadi pusat perhatian pasar setelah pada pekan sebelumnyaa mencatat penurunan harga signifikan seiring aksi jual masif oleh salah satu pemegang saham strategis yaitu SCG Chemicals.

Hingga akhir jam perdagangan, saham TPIA tercatat melesat 300 poin atau 29,33% menjadi Rp1.605 per saham. Total nilai perdagangan saham emiten milik Prajogo Pangestu itu tembus Rp2,5 triliun.

TPIA juga masuk ke jajaran top gainers, setelah GRIA yang naik 27,27%, FORU menguat 24,69%, dan ASPR naik 24,63%.

Sebagai informasi, hari ini manajemen TPIA merilis informasi terkini jumlah kepemilikan saham publik atau free float melesat menjadi 25% pascapenjualan signifikan oleh SCG Chemicals pada pekan lalu.

Di lain sisi, saham BUMN telekomunikasi PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk mencatat penurunan dan masuk urutan teratas jajaran top losers. Harga TLKM tercatat melorot 14,86% atau 410 poin menjadi Rp2.350 per saham.

Bersama TLKM, saham-saham lain yang merosot terdalam yaitu IMPC yang turun 14,71%, dan RAJA merosot 10,20%.