EmitenNews.com - Setelah IHSG menguat sepanjang minggu lalu sebesar +1.52% disertai cukup besarnya  Foreign Net Buy yakni Rp 5.29 triliun, diawal minggu ini ada peluang IHSG mengalami tekanan jual seiring jatuhnya EIDO  sebesar -1.93% ditengah meningkatnya yield obligasi AS dan Indonesia tenor 10 tahun masing-masing ke level 2.827% dan 7.023%.

 

Untuk mengawali pekan ini IHSG diperkirakan bakal bergerak pada range support di level 7125 hingga 7200 dan resistancenya berada di level 7280 hingga 7355. Kata Liza Camelia Suryanata Senior Analis Henan Putihrai Sekuritas, Senin (18/4/2022).


Lebih lanjut Liza menambahkan, IHSG masih bergerak within Support & Resistance range pada trend naiknya ini, walau seolah kehilangan tujuan berikutnya setelah target 7300 tercapai. RSI yang telah berada di area Oversold memungkinkan suatu pullback terjadi ke Support-support berikut : 7200-7180 / 7125. Namun demikian harus diakui Uptrend masih intact, perhatikan rotasi sektor untuk menata ulang portfolio Anda.

 

Beberapa sentimen yang perlu dicermati para pelaku pasar diantaranya DJIA (-0.33%), S&P500 (-1.21%), Stoxx600 (+0.67%), DAX (+0.62%) Bursa AS ditutup melemah pada Kamis (14/4) dipicu kenaikan imbal hasil obligasi treasury 10 tahun yang mencapai level 2.8% sebagai respon investor terhadap tingginya inflasi. 

 

Selain itu, klaim tunjangan pengangguran mingguan meningkat ke 185 ribu klaim. Bursa Eropa ditutup menguat setelah bank sentral Eropa mempertahankan suku bunga acuan. Harga minyak mentah Brent melanjutkan kenaikan ke USD 111.70 dipengaruhi pelonggaran lockdown di China yang dapat meningkatkan permintaan energi, juga sanksi dari Uni Eropa terhadap impor energi Rusia.

 

Sedangkan dari dalam negeri, investor hari ini tengah menantikan Economic Updates :  Balance of Trade MARCH 2022 (Previous period : $3.82B). Perkembangan yang menarik untuk ditunggu-tunggu  oleh para pelaku pasar adalah :  akankah pemerintah menaikkan harga Pertalite, Solar Subsidi, TDL dan harga LPG 3kg dalam waktu dekat.

 

ANTM Rekomendasi Buy on Break, Entry Level:2890-2900, Average Up >3000; Target : 3200-3300; Stoplosss:  2740. 

BRIS Rekomendasi Buy,  Entry Level: 1560-1540; Average Up >1575;   Target:  1650 / 1800-1820;  Stoploss: 1525.

BBCA Rekomendasi: Speculative Buy, Entry level : 7700-7650; Average Up >7800-7900; Target :  8000-8075 / 8250-8300; Stoploss :  7650. 

CPIN  Rekomendasi: Speculative Buy, Entry Level : 4990-5000; Target: 5250 / 5450-5400; Stoploss : 4950.