IHSG Berpeluang Lanjut Menguat
:
0
Potret IHSG kala menghijau. Foto: EmitenNews
EmitenNews.com - Equity Research Kiwoom Sekuritas, Adrian Djie mengatakan, secara teknikal apabila IHSG gagal mempertahankan level support, indeks berpotensi melanjutkan koreksi menuju 5.132-5.600. Namun, jika indeks berhasil mengalami rebound dan menembus area resistance 6.107-6.354, maka peluang penguatan lanjutan akan terbuka menuju level 6.475-6.833.
Meski bulan Juli memiliki data historis yang positif sejak tahun 2017, Adrian mengatakan pasar saat ini tengah menghadapi kondisi anomali. Sehingga, melakukan penilaian atau proyeksi berdasarkan pola historis semata menjadi kurang relevan dan tidak dapat sepenuhnya diaplikasikan.
“Karena itu, menghadapi volatilitas pasar saat ini, kami menyarankan investor untuk cenderung bersikap wait and see,” tutur Adrian.
Kendati demikian, Adrian menyarankan strategi cicil beli atau buy on weakness pada saham-saham berfundamental solid di area support dapat dipertimbangkan, terutama bagi investor jangka menengah hingga panjang.
“Sementara itu, bagi trader jangka pendek, disarankan untuk menunggu konfirmasi breakout di atas level 6.107-6.354 sebelum melakukan akumulasi posisi secara agresif,” tambahnya.
Equity Research Analyst Phintraco Sekuritas, Alrich Paskalis Tambolang memperkirakan IHSG cenderung konstruktif menjelang akhir pekan. Di samping itu, berdasarkan performa historis, bulan Juli memiliki catatan positif bagi IHSG.
Hal ini karena didukung rilis laporan keuangan semester pertama, potensi window dressing pertengahan tahun, hingga optimisme terhadap pertumbuhan ekonomi semester II.
“Namun, saya tetap melihat penguatan tersebut kemungkinan akan berlangsung secara bertahap, bukan langsung membentuk reli yang kuat,” ujarnya.
Menurutnya, selama tidak muncul sentimen negatif baru dari eksternal, maka peluang IHSG bergerak menguat masih terbuka dengan target terbatas di 6.000.
“Yang perlu diperhatikan adalah apakah foreign inflow mulai kembali masuk secara konsisten. Jika iya, penguatan IHSG berpotensi menjadi lebih berkelanjutan,” tambahnya.
Related News
Citi Indonesia Garap Obligasi Global Danantara Senilai USD1,5 Miliar
IHSG Terbang ke 6.500, Saham Tambang hingga Big Banks Topang Transaksi
Wacana Harga Gocap Jadi Rp1, Ini Kata Analis
IHSG Siang (20/8) Terbang 1,47 Persen, Hampir Seluruh Sektor Menghijau
Efek IJEPA: Kuota Bebas Bea Nanas Naik, Saham Agro Siap Mejit
IHSG Meluncur Naik 1 Persen ke Level 6.458, Saham Emas Kompak Ngegas!





