IHSG Bersinar, Serok Saham ASII, BRPT, INCO, dan AMMN
:
0
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) bergerak di zona merah pada perdagangan sesi 2, Jumat 26 Juni 2026. Photo/Rizki EmitenNews.com
EmitenNews.com - Indeks bursa Wall Street akhir pekan lalu kembali melanjutkan penguatan. Itu ditopang lonjakan saham Amazon di tengah sikap investor mengabaikan kenaikan imbal hasil obligasi pemerintah. Saham Amazon ditutup menguat signifikan 15,32 persen setelah melaporkan pendapatan kuartal kedua tahun ini lebih baik dari ekspektasi.
Kinerja positif itu, seiring soliditas bisnis komputasi awan sehingga membuat investor kembali percaya diri soal belanja modal jumbo untuk teknologi kecerdasan buatan. Sementara itu, imbal hasil obligasi pemerintah bertenor 30 tahun melonjak ke level tertinggi sejak 2007 ke level 5,27 persen.
Sedangkan imbal hasil untuk tenor 10 tahun naik ke level 4,7 persen, merupakan imbal hasil tertinggi sejak Januari 2025. Kenaikan imbal hasil tersebut terutama dipicu ketidakpercayaan investor terhadap gubernur The Fed, Kevin Warsh mengenai komitmen untuk mengendalikan angka inflasi akhir-akhir ini naik signifikan karena melonjaknya harga minyak mentah.
Penguatan indeks bursa Wall Street, sesuai ekspektasi mayoritas kinerja keuangan emiten paruh I 2026, dan aksi jual investor asing mereda diprediksi menjadi sentimen positif pasar. So, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diprediksi melanjutkan penguatan dengan kisaran support 6.185-6.135, dan resistance 6.290-6.340.
Menilik data itu, Retail Research CGS International Sekuritas Indonesia menjagokan saham Amman Mineral (AMMN), Barito Pacific (BRPT), Astra International (ASII), Vale Indonesia (INCO), Bank Syariah Indonesia alias BSI (BRIS), dan Timah (TINS). (*)
Related News
Sejumlah Bank Siapkan Teknis Dukung Skema KPR 40 Tahun
SIG Tuban Gunakan 400 Ton Sekam Per Hari untuk Bahan Bakar
TelkomGroup dan Danantara Siapkan Data Center, Kapasitas Hingga 1 GW
Pemanfaatan AI BUMN Bakal Telan 70% Kapasitas Data Center
Aplikasi Trading HSB Investasi Sentuh 17 Juta Unduhan
Reformasi TOPIX, Bursa Efek Tokyo Pangkas Konstituen Jadi 900





