IHSG Betah Zona Hijau, Jala Saham BBNI, ANTM, dan INDF
Seorang pengunjung mengabadikan pergerakan saham melalui smart phone. FOTO - ISTIMEWA
EmitenNews.com - Indeks bursa Wall Street kemarin ditutup menguat. Itu menyusul penundaan penerapan tarif impor 25 persen selama satu bulan. Penundaan itu krusial untuk produsen mobil yang mengadopsi kesepakatan dagang Amerika Serikat (AS), Meksiko, dan Kanada.
Penundaan tersebut diharapkan akan membuka peluang terjadinya kesepakatan-kesepakatan lain yang serupa. Gedung putih diwakili Karoline Leavitt juga menyatakan presiden AS Donald Trump membuka peluang adanya pengecualian pengenaan tarif impor untuk yang lainnya.
Penguatan indeks bursa Wall Street seiring harapan akan adanya tambahan penundaan pengenaan tarif impor diprediksi akan menjadi sentimen positif pasar. Lonjakan harga sejumlah komoditas, dan aksi beli investor asing akan menjadi tambahan sentimen positif indeks harga saham gabungan (IHSG).
Oleh sebab itu, sepanjang perdagangan hari ini, Kamis, 6 Maret 2025, Indeks diprediksi akan melanjutkan penguatan. Artinya, indeks akan menyisir kisaran support 6.450-6.370, dan resistance level di posisi 6.615-6.695.
Menilik data tersebut, Retail Research CGS International Sekuritas Indonesia menyarankan pelaku pasar untuk mengoleksi beberapa saham berikut. Yaitu, Bank BNI (BBNI), Indofood Sukses Makmur (INDF), Goto Group (GOTO), Aneka Tambang (ANTM), Surya Citra (SCMA), dan AKR Corporindo (AKRA). (*)
Related News
IHSG Anjlok ke 7.164 Usai Reli Lebaran, Sektor Ini Turun Paling Dalam
IHSG Sesi I (26/3) Kembali Anjlok 1,21 Persen, Bertengger ke 7.214
Presiden Mau Pengelolaan Sampah Jadi Energi di Perkotaan Dikebut
Jadi Primadona Lebaran, Konsumsi Pertamax Series Naik Signifikan
Wall Street Rebound, IHSG Kian Menyala
Potensial Menguat, IHSG Uji Level 7.400





