IHSG Cenderung Koreksi, Koleksi Saham-Saham Berikut
:
0
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) bergerak di zona merah pada perdagangan sesi 2, Jumat 26 Juni 2026. Photo/Rizki EmitenNews.com
EmitenNews.com - Indeks bursa Wall Street kemarin kompak ditutup menguat. Itu seiring data inflasi Juni 2026 lebih rendah dibanding sebelumnya, dan ekspektasi membuat probabilitas kenaikan suku bunga acuan turun dari 42 persen menjadi 17 persen.
Berdasar data Biro Statistik Ketenagakerjaan Amerika Serikat, bulan lalu angka inflasi tercatat mengalami penurunan terbesar dalam enam tahun terakhir seiring koreksi harga minyak mentah. Inflasi Juni turun 0,4 persen mom dan 3,8 persen yoy dari sebelumnya surplus 0,5 persen mom atau naik 4,2 persen yoy, lebih rendah dari konsensus ekonom mematok inflasi turun 0,2 persen mom dan naik 3,8 persen yoy.
Sejalan angka inflasi lebih rendah itu, saham emiten semikonduktor sehari sebelumnya mengalami perosotan, kemarin berhasil rebound, dan membuat VanEch Semiconductor ETF melejit 2,5 persen ditopang kenaikan beberapa emiten seperti Applied Material 3,53 persen, Teradyne 3,55 persen, Lam Research 4,90 persen, Micron Technology 4,92 persen, dan STMicroelectronics 2,42 persen.
Penguatan indeks bursa Wall Street, dan harga beberapa komoditas diprediksi menjadi sentimen positif pasar. Sejumlah saham masuk daftar HSC, dan aksi jual masif investor asing diprediksi menjadi sentimen negatif untuk indeks harga saham gabungan (IHSG). Jadi, IHSG diramal bergerak bervariasi cenderung melemah dengan kisaran support 5.980-5.920, dan resistance 6.100-6.160.
Berdasar data tersebut, Retail Research CGS International Sekuritas Indonesia menjagokan saham Astra (ASII), Vale Indonesia (INCO), Energi Mega Persada (ENRG), XLSmart Telecom (EXCL), Medco Energi (MEDC), dan Elnusa (ELSA). (*)
Related News
Konsumen Kripto di Indonesia Capai 23,21 Juta, Ini kata Bittime
BNLI Gandeng OJK Gelar Permata CERITA, Literasi Keuangan di 24 Kota
Rencana MSCI Tidak Tepat, Reformasi Pasar Modal On The Right Track
Anomali, 10 Saham Menguat Kala IHSG Jebol 11,57 Persen
IHSG Terjun Bebas 11,57% Dekati 5.100 Usai Pengumuman MSCI
Konsultasi MSCI Dimulai, Rekam Jejak Hanya Peru & Nigeria yang Selamat





