IHSG Cenderung Koreksi, Perhatikan Saham-saham Berikut
:
0
Suasana main hall Bursa Efek Indonesia. FOTO - Aji Emitennews
EmitenNews.com - Indeks bursa Wall Street ditutup menguat. Itu seiring penurunan imbal hasil obligasi pemerintah berlanjut untuk kali kedua secara berturut-turut. Kondisi tersebut diperkuat dengan lonjakan drastis harga saham semikonduktor.
Imbal hasil obligasi pemerintah dengan tenor 10 tahun turun lebih dari 7 basis poin menjadi 4,625 persen. Sehari sebelumnya imbal hasil obligasi tersebut juga turun setelah adanya laporan dari CNBC bahwa Departemen Keuangan bisa menggunakan dana yang tersedia di akunnya USD1 triliun untuk membiayai pembelian kembali obligasi.
Sementara itu, beberapa emiten semikonduktor mencatat kenaikan di antaranya Nvidia surplus 2,19 persen, Advanced Micro Devices melejit 4,91 persen, dan Micron Technology menguat 2,48 persen. Penguatan indeks bursa Wall Street, dan lonjakana harga beberapa komoditas diprediksi menjadi sentimen positif pasar.
Di sisi lain, sikap hati-hati investor menjelang rencana aksi demonstrasi pada 27 Agustus 2026 berpeluang menjadi katalis negatif untuk indeks harga saham gabungan (IHSG). IHSG diprediksi akan bergerak bervariasi cenderung melemah dengan kisaran support 6.440-6.380, dan resistance 6.565-6.625.
Berdasar data itu, Retail Research CGS International Sekuritas Indonesia menyarankan investor untuk mengoleksi saham Adaro Andalan (AADI), Alamtri Ressources (ADRO), Dharma Satya (DSNG), Hartadinata (HRTA), Bumi Resources Minerals (BRMS), dan Merdeka Gold Resources (EMAS). (*)
Related News
Pengalaman Unik, Asthara Skyfront City Hadirkan Show Unit Terbaru
IHSG Kamis Anjlok 1,33 Persen, 567 Saham Memerah, Hanya 108 yang Hijau
Urgensi Literasi Keuangan! Mitigasi Risiko lewat Pemanfaatan Teknologi
Low Tuck Kwong Tergeser dari Orang Terkaya Indonesia, Diganti H Isam?
IHSG Sesi I (15/10) Terseret ke Dasar Level 5.800, Ini Penyebabnya
IHSG Pagi Ambruk Nyaris Sepersen, Longsor ke Bawah Level 5.900





