IHSG Dibuka Melempem, Sensitif Aliran Dana Asing
:
0
Potret monitor IHSG.
EmitenNews.com - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dibuka tertekan pada pembukaan perdagangan Selasa, 23 Juni 2026, melemah 0,40% atau 24,722 poin ke level 6.091,967.
Sepanjang perdagangan pagi, indeks bergerak di rentang 6.076,003 hingga 6.121,775 dengan nilai transaksi mencapai Rp1,558 triliun dan volume 2,319 miliar saham.
Saham yang melemah mendominasi sebanyak 301 saham, sementara 209 saham menguat dan 185 saham stagnan.
Tekanan datang dari berlanjutnya aksi jual investor asing di saham-saham bank besar.
Head of Research Mirae Asset Sekuritas Indonesia, Rully Arya Wisnubroto Selasa (23/6) menyebut, "IHSG melemah 1% ke level 6.116,7 pada awal pekan, disertai net outflow asing yang cukup besar sebesar IDR1,1 triliun, mengindikasikan kembali menguatnya risk-off sentiment."
Menurut Rully, tekanan jual terpusat pada BBRI, BMRI, BBCA, dan TLKM. Untuk proyeksi, Rully menilai IHSG jangka pendek masih akan bergerak sideways dengan bias melemah karena ketidakpastian arah kebijakan The Fed.
"Ke depan, berkurangnya forward guidance The Fed berpotensi menurunkan visibilitas arah pasar dan menjaga volatilitas tetap tinggi," ujarnya.
Ekspektasi pasar masih ada dua kali kenaikan FFR 25bps di September dan Desember.
Dari sisi teknikal, Senior Analyst MASI, Muhammad Nafan Aji melihat IHSG sedang dalam fase "just a normal correction" dengan support di 5.972 dan 5.848, sementara resistance ada di 6.257 dan 6.377.
"Strategi tetap defensif dengan selektif pada saham berbasis domestik serta membatasi eksposur terhadap sensitivitas aliran dana asing," kata Rully.
Related News
Perluas Layanan KPR dan Digitalisasi, BTN Gandeng Pemkot Padang
IHSG Senin Merosot ke 6.365, Transaksi TPIA Terbesar tapi Harga Anjlok
Danantara Buka Kartu BUMN Raksasa Siap IPO Guna Kerek Likuiditas Pasar
IHSG Tengah Hari Amblas 0,49%, 10 dari 11 Sektor Kompak Merah
IHSG Meluncur Menguat di Atas 6.400, Sambut Euforia HUT Pasar Modal RI
IHSG Menguat, Serbu Saham BBRI, BREN, MDKA, BRMS, dan ARCI





