IHSG Diperkirakan Melemah, Cermati Enam Saham Rekomendasi Sucor Sekuritas
EmitenNews.com- Analis harian Sucor Sekuritas Indra Tedja Kusuma menyatakan, Fed masih dalam mode melawan krisis karena pemulihan tampaknya melambat Federal Reserve pada hari Rabu mempertahankan suku bunga utama semalam mendekati nol dan tidak membuat perubahan pada pembelian obligasi bulanan, berjanji lagi untuk mempertahankan pilar ekonomi tersebut sampai ada rebound penuh dari resesi yang dipicu pandemi. Hari ini secara teknikal kami perkirakan IHSG bergerak mixed melemah pada kisaran 5966 – 6182. Namun ada beberapa saham yang patut untuk dicermati pada perdagangan Kamis (28/01/2021). Adapun yang menjadi rekomendasi saham untuk hari ini , menurut Tedja adalah WIKA,PTPP,WSKT,MEDC,SMCB dan EXCL WIKA Buy On Weakness dengan support di 1880, cutloss jika break di bawah 1855. Jika tidak break di bawah 1900, potensi naik ke 2050-2150 short term. PTPP Buy On Weakness dengan support di 1780, cutloss jika break di bawah 1750, jika tidak break di bawah 1800 , potensi naik ke 1950-2100 short term. WSKT Buy On Weakness dengan support di 1550, cutloss jika break di bawah 1520. Jika tidak break di bawah 1570, potensi naik ke 1700-1850 short term. MEDC Buy On Weakness dengan support di 580 cutloss jika break di bawah 560, Jika tidak break di bawah 600 , potensi naik ke 700-780 short term. SMCB Spekulasi Buy (big volume) dengan support di 1600 , cutloss jika break di bawah 1580. Jika tidak break di bawah 1630, potensi naik ke 1800-1950 short term. EXCL Buy On Weakness dengan support di 2270, cutloss jika break di bawah 2250 . Jika tidak break di bawah 2290, potensi naik 2420-2500 short term.
Related News
Beda Cara 3 Bank Himbara Bertahan di Tahun 2025, Jagoanmu yang Mana?
Katalisator Bank Mandiri Cetak Laba Rekor di Tahun 2025
Apa Penyebab Utama Penurunan Laba Bersih Bank BRI Tahun 2025?
Laba BBNI 2025 Turun Saat Kredit Melesat Naik, Apa yang Terjadi?
Manuver Triliunan BNBR Caplok Tol, Peluang atau Jebakan Dilusi?
Efek Domino Selat Hormuz ke Sektor Energi dan Arus Logistik Asia





