EmitenNews.com - Pasar saham Indonesia hingga penutupan perdagangan terpaksa parkir di zona merah. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) anjlok 0,63 persen ke level 6.210,96. Ruang gerak pergerakan IHSG sepanjang hari ini berada pada level terendah di 6.198,07 hingga level tertinggi di 6.251,31. Penurunan IHSG sepanjang hari ini lantaran investor asing menarik keuntungan dari pasar modal Indonesia senilai Rp1 triliun. Sejumlah 15,93 miliar saham telah diperdagangkan dengan frekuensi 452.082 kali transaksi dan nilai transaksinya mencapai Rp8,34 triliun. Adapun pergerakan saham masih didominasi oleh saham yang melemah dengan rincian 152 saham naik, 260 saham turun, dan 133 saham lainnya stagnan. Dari 10 sektor pembentuk IHSG, hanya dua sektor yang menguat, yaitu sektor perkebunan yang naik 2,99 persen dan sektor perdagangan naik 0,06 persen. Sementara sebanyak delapan sektor melemah, dipimpin oleh sektor industri dasar yang anjlok 2,29 persen, sektor manufaktur turun 1,50 persen dan sektor barang konsumsi turun 1,26 persen. Saham-saham yang melemah sehingga membawa IHSG ke zona merah antara lain PAMG turun 24,88 persen ke Rp 320 per saham, BOSS anjlok 20,93 persen ke Rp 680 per saham dan UNIC turun 20 persen ke Rp 4.120 per saham. Sementara saham-saham yang menguat antara lain ARTO yang naik 24,32 persen ke Rp 276 per saham, EAST naik 23,64 ke Rp 204 per saham dan NICK naik 17,65 ke Rp 320 per saham. (Romys)
Related News
Saham Pengendali Digadai ke Bank, Laba Emiten Haji Isam Meroket 33%
Nihil Utang Bank, Laba UNVR Naik 25% Meski Ditagih Pajak Triliunan
Untung Miliaran dari Sewa Sekolah, Ini Rahasia Diet Biaya Ekstrem MSIE
Penjualan AXIO Tembus Rp1,36 Triliun, 66 Persennya Cuma dari 2 Klien
Sumbang 30% Sales, Microsoft Beli Lahan Industri DMAS Demi Data Center
Kredit Macet Susut, Laba Bersih Woori Finance (BPFI) Naik Hampir 90%





