EmitenNews.com - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kemarin ditutup anjlok 1,88 persen menjadi 6.031. Sentimen negatif berasal dari penguatan harga minyak. Secara teknikal, IHSG ditutup di bawah level MA5, dan MA10 dengan volume jual meningkat.

Dengan demikian, IHSG kembali akan menguji level kritikal 6.000. Jika IHSG bertahan di atas level 6.000 dan rebound, maka berpotensi membentuk double bottom. Namun kalau IHSG ditutup di bawah level 6.000, maka IHSG akan menguji level 5.800-5.900.

Indeks Keyakinan Konsumen Indonesia turun menjadi 118.1 September 2026 dari edisi Agustus 2026 di kisaran 118.5, merupakan level tertinggi dalam tiga bulan terakhir. Penurunan terutama dipicu koreksi Indeks Kondisi Ekonomi (IKE) saat ini dari level 109.4 ke level 107.5 September, merupakan level terendah dalam 12 bulan terakhir.

Namun untuk Indeks Ekspektasi Konsumen (IEK) naik menjadi 128.7 dari 127.6, bersumber dari peningkatan Indeks Ekspektasi Penghasilan, dan Indeks Ekpektasi Ketersediaan Lapangan Kerja. Penjualan mobil di Indonesia meningkat 28,1 persen YoY menjadi 79.450 unit pada September 2026, meski melambat dari kenaikan 32,4 persen pada Agustus 2026.

Sehingga penjualan mobil di Indonesia tumbuh 21 persen YoY pada sembilan bulan pertama 2026 menjadi 679.020 unit. Sedangkan penjualan sepeda motor di Indonesia meningkat 15,37 persen YoY menjadi 654.343 unit di September 2026, dengan angka penjualan tertinggi sejak Oktober 2014, dan merupakan pertumbuhan terkuat sejak Mei 2026.

So, penjualan sepeda motor di Indonesia tumbuh 3,71 persen YoY menjadi 5,02 juta unit selama 9 bulan pertama 2026. Berdasar data itu, Phintraco Sekuritas menyarankan investor untuk mengoleksi sejumlah saham tahan banting berikut. Yaitu, Astra (ASII), Merdeka Gold (EMAS), Vale (INCO), XLSmart (EXCL), dan Ultrajaya (ULTJ). (*)