IHSG Makin Berotot, IPOT Jagokan Saham-saham Berikut
:
0
Indeks harga saham Gabungan (IHSG) bergerak di zona merah pada perdagangan sesi 2, Jumat 26 Juni 2026. Photo/Rizki EmitenNews.com
EmitenNews.com - Sepanjang perdagangan 18–21 Agustus 2026 lalu, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menguat 1,93 persen menjadi 6.525, dan bertahan di atas MA20. Itu menandakan tren jangka pendek masih terjaga positif. Penguatan itu, diikuti peningkatan aktivitas pasar dengan rata-rata volume transaksi harian melonjak 47,90 persen menjadi 50,30 miliar saham, frekuensi melejit 5,52 persen menjadi 2,21 juta kali, dan nilai transaksi surplus 2,36 persen menjadi Rp15,57 triliun.
Di sisi lain, investor asing berbalik mencatat net buy Rp548,6 miliar dari net sell Rp1,58 triliun pada pekan sebelumnya. "Kombinasi penguatan teknikal, peningkatan likuiditas, dan berbaliknya arus dana asing menjadi katalis yang memperkuat momentum IHSG memasuki pekan berikutnya," tegas Equity Analyst PT Indo Premier Sekuritas (IPOT), Brigita Kinari.
Secara lebih komprehensif, Brigita memaparkan kondisi market secara global dan domestik. Di mana, dari sisi global sepanjang 18–21 Agustus Wall Street bergerak volatil dengan yield US Treasury, dan harga minyak menjadi faktor utama yang membentuk sentimen pasar.
Kenaikan yield, dengan tenor 10-tahun mendekati 4,70 persen, dan 30-tahun sekitar 5,25 persen, meningkatkan kekhawatiran terhadap inflasi serta biaya pendanaan korporasi, sementara eskalasi ketegangan AS–Iran turut mendorong kenaikan harga minyak.
Sentimen sempat membaik pada 19 Agustus setelah Departemen Keuangan AS memperluas program buyback Treasury jangka panjang hingga sedikitnya USD4 miliar, membantu menekan yield, dan memberi ruang bagi rebound pasar saham. "Namun, tekanan kembali muncul pada 20 Agustus seiring kenaikan yield, harga minyak, serta penurunan saham Walmart lebih dari 9 persen memicu kekhawatiran terhadap daya beli konsumen dan prospek laba korporasi."
Ia menambahkan pada 21 Agustus Wall Street kembali rebound dengan Dow Jones naik 0,98 persen, S&P 500 0,43 persen, dan Nasdaq 0,44 persen, ditopang aktivitas bisnis AS solid dan penguatan saham ritel. "Secara keseluruhan, pergerakan pekan tersebut menunjukkan pasar masih sensitif terhadap arah yield dan harga energi, sehingga meski aktivitas ekonomi AS tetap solid, risiko inflasi, fiskal, dan geopolitik masih menjadi faktor pembatas bagi aset berisiko," tandasnya.
Sementara itu dari sisi domestik, IHSG mendapat katalis positif dari kebijakan moneter yang tetap akomodatif dan menopang aktivitas intermediasi perbankan. BI mempertahankan BI Rate di 5,75 persen untuk menjaga ekspektasi biaya pendanaan tetap stabil, sementara perluasan insentif swap lindung nilai bagi pinjaman luar negeri dan FDI memperkuat upaya menjaga stabilitas Rupiah serta mendukung arus modal asing.
Di sisi lain, pertumbuhan kredit meningkat menjadi 13,0 persen YoY pada Juli 2026 dari 12,1 persen pada Juni, memperkuat ekspektasi terhadap pertumbuhan laba sektor keuangan, dan aktivitas ekonomi domestik. Meski pertumbuhan M2 melambat menjadi 8,3% YoY dari 8,7 persen, ekspansi kredit yang tetap kuat menunjukkan intermediasi perbankan masih terjaga.
Nah, dari eksternal, defisit transaksi berjalan pada kuartal II 2026 melebar menjadi 3,3 persen PDB, namun defisit Neraca Pembayaran Indonesia (NPI) menyempit signifikan menjadi USD0,9 miliar dari USD9,1 miliar pada kuartal I 2026, sehingga tekanan eksternal relatif lebih terkendali. ”Dengan IHSG ditutup di 6.525,69 dan bertahan di atas level 6.500, kombinasi fundamental domestik dan kondisi teknikal masih memberikan ruang bagi penguatan lanjutan, meski stabilitas Rupiah dan arah arus dana asing tetap perlu dicermati," tegasnya.
Prediksi IHSG dan Rekomendasi IPOT
Related News
Seirama Wall Street, IHSG Makin Berkilau
Mau IPO, Intip Kinerja SWAP dan Alokasi Dananya Untuk Apa
Proyeksi IHSG Awal Pekan, Analis Waspadai Potensi False Break
Sentimen FTSE Warnai Gerak IHSG
Ekonomi Digital Asia Pasifik Diproyeksi Capai US$1,4 Triliun pada 2030
IHSG Berpeluang Menguat ke 6.600, Didorong Rupiah–Likuiditas Domestik





