EmitenNews.com - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG)
ditutup melemah 56,7 poin atau 0,90% ke level 6.241,89 pada akhir perdagangan Jumat (25/9/9/2026). Indeks komposit dibuka menguat pada perdagangan pagi namun tak bertahan lama dan bahkan sempat menembus level terendah intraday 6.231,83.

Aksi jual menekan di sepanjang perdagangan yang melibatkan 588 anjlok Hanya 118 saham berakhir menguat, dan 117 saham lainnya stagnan.

Aktivitas perdagangan cukup ramai dengan volume 33,20 miliar saham yang berpindah tangan dalam 1,63 juta kali transaksi. Namun demikian, nilai perdagangan saham terbilang tipis yakni hanya sebesar Rp9,43 triliun.

Di tengah penurunan IHSG, tiga saham perbankan berkapitalisasi besar (big banks) turut menopang transaksi dan mencatat penguatan, kecuali BBNI.

BBCA mencatat transaksi terbesar Rp Rp557,7 miliar dengan harga melemah 0,40% menjadi Rp6.250. BMRI menyusul dengan nilai transaksi Rp288,5 miliar dan harga naik 0,25% ke Rp4.080. BBRI nilai transaksi Rp273,8 miliar, harganya menguat 0,32% menjadi Rp3.150 per saham

Sedangkan, big bank yang melemah sendirian adalah BBNI yang diperdagangkan senilai Rp137,9 miliar dan turun 0,57% ke Rp3.500.

Tekanan datang dari sejumlah saham dengan nilai transaksi jumbo. DSSA mencatat transaksi Rp332,5 miliar, tetapi harganya merosot 3,21% menjadi Rp1.055 per saham. Diikuti BUMI dengan transaksi Rp282,1 miliar harga melemah 1,62% ke Rp182 per saham.

Sementara itu, saham-saham yang mencatat penurunan terdalam akhir pekan ini adalah NASI yang turun 14,96% ke Rp199, disusul TRIN merosot 14,72% ke Rp278, dan IRSX turun 14,61% ke Rp374 per saham.