IHSG Menguat, Sasar Saham TLKM, AALI, INTP, dan HRUM
:
0
Suasana main hall Bursa Efek Indonesia. FOTO - Aji Emitennews
EmitenNews.com - Mengawali perdagangan pekan pertama Agustus 2026, indeks bursa Wall Street kompak ditutup menguat. Itu ditopang lonjakan saham sektor teknologi kala harga minyak mentah kembali turun. Koreksi harga minyak itu, setelah presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump membatalkan rencana untuk menyerang Iran.
Beberapa saham sektor teknologi mencatat penguatan signifikan di antaranya Meta Platforms 6,02 persen, Amazon 4,58 persen, Nvidia 2,93 persen, Alphabet 4,88 persen, dan Microsoft 4,93 persen. Seiring tensi geopolitik Timur Tengah mereda, harga minyak mentah jenis Brent susut 4,73 persen menjadi USD83,77 per barel.
Sedang WTI menciut 5,11 persen menjadi USD80,34 persen. Trump mengatakan serangan militer ke Iran batal, dan perundingan antara kedua negara akan dimulai kembali Senin pekan ini. Penguatan indeks bursa Wall Street, dan lonjakan harga beberapa komoditas seperti batu bara dan mineral logam diprediksi menjadi sentimen positif indeks harga saham gabungan (IHSG).
Sementara itu, aksi jual masif investor asing berpeluang menjadi sentimen negatif untuk IHSG. Namun, IHSG diprediksi bergerak bervariasi cenderung menguat. Sepanjang perdagangan hari ini, Selasa, 4 Agustus 2026, IHSG akan menyusuri kisaran support 6.185-6.135, dan resistance 6.285-6.330.
Menilik data itu, Retail Research CGS International Sekuritas Indonesia menyarankan investor untuk menjala saham andalan berikut. Yaitu, Telkom Indonesia (TLKM), XLSMART Telecom (EXCL), Astra Agro (AALI), Dharma Satya (DSNG), Harum Energy (HRUM), dan Indocement Tunggal Prakarsa (INTP). (*)
Related News
Sejumlah Bank Siapkan Teknis Dukung Skema KPR 40 Tahun
SIG Tuban Gunakan 400 Ton Sekam Per Hari untuk Bahan Bakar
TelkomGroup dan Danantara Siapkan Data Center, Kapasitas Hingga 1 GW
Pemanfaatan AI BUMN Bakal Telan 70% Kapasitas Data Center
Aplikasi Trading HSB Investasi Sentuh 17 Juta Unduhan
Reformasi TOPIX, Bursa Efek Tokyo Pangkas Konstituen Jadi 900





