EmitenNews.com - Mayoritas indeks Wall Street kemarin kembali menguat. Nasdaq bahkan berhasil mencetak rekor all time high baru. Sektor teknologi, dan perusahaan berbasis kecerdasan buatan (AI) menjadi penggerak utama pasar. Reli saham teknologi terus melaju meski yield obligasi pemerintah Amerika Serikat (AS) merangkak naik.

Sejumlah saham berbasis AI memimpin pergerakan Nasdaq. Saham SpaceX melonjak lebih dari 7 persen, Meta Platforms melejit 1-2 persen, dan Microsoft melonjak 1-2 persen. Nvidia dan Tesla turut naik sekitar 2 persen. Pelaku pasar kini menanti risalah rapat The Fed September 2026.

Risalah tersebut diharapkan memberi petunjuk arah kebijakan moneter bank sentral AS berikutnya. Penguatan mayoritas indeks Wall Street, dan harga beberapa komoditas global berpotensi menjadi katalis positif untuk pasar, namun masih berlanjutnya aksi net sell asing diprediksi menjadi katalis negatif.

So, IHSG untuk hari ini diperkirakan bergerak bervariatif cenderung menguat terbatas dengan support 6.055-5.979, dan resistance 6.187-6.253. Menilik data itu, Retail Research CGS International Sekuritas Indonesia menjagokan saham Erajaya (ERAA), Adaro Andalan (AADI), Bukit Asam (PTBA), Bank Danamon (BDMN), AKR Corporindo (AKRA), dan Merdeka Gold (EMAS). (*)