EmitenNews.com - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada perdagangan Rabu (19/8/2026) berbalik arah melemah 55,70 poin atau 0,86% ke 6.394,12. Pelemahan indeks komposit berlangsung sejak pembukaan perdagangan pagi dan sempat berbalik ke zona hijau namun aksi jual mendorongnya kembali ke area negatif hingga akhir jam perdagangan.

Sepanjang hari, IHSG mencatat level terendah intraday di 6.373,81 dan tertinggi di 6.490,91. Tekanan aksi jual tercermin pada penurunan harga mayoritas saham yaitu sebanyak 363. Hanyak 238 saham yang menguat dan 183 saham lainnya stagnan.

Sementara itu, total volume perdagangan sebanyak 35,96 miliar dengan frekuensi 2,20 juta kali, dan total nilai transaksi Rp14,21 triliun.

Saham Dian Swastatika Sentosa (DSSA) menjadi penggerak transaksi utama senilai Rp531,2 miliar, harga sahamnya menguat 6,67% ke Rp1.040. Saham pencetak transaksi besar berikutnya adalah Sinergi Inti Andalan Prima (INET) Rp502,3 miliar namun harga turun 1,37% ke Rp288, dan Jababeka (KIJA) Rp478,9 miliar harga melemah 0,6% ke Rp165 per saham.

Di tengah gejolak pasar hari ini, beberapa saham yang mencetak kenaikan harga paling tinggi (top gainers) antara lain Lotte Chemical Titan (FPNI) naik 24,42% ke Rp540, Wijaya Karya Bangunan Gedung (WEGE) naik 23,64% ke Rp68, Oxala Energy International (PIPA) naik 15,32% ke Rp143 per saham.

Sebaliknya, saham-saham yang menempati posisi top losers utama yaitu Fast Food Indonesia (FAST) anjlok 14,72% ke Rp452, Asri Karya Lestari (ASLI) turun 10,69% ke Rp234, Krida Jaringan Nusantara (KJEN) anjlok 9,5% ke Rp162, dan Bayan Resources (BYAN) merosot 9,41% ke Rp15.650 per saham.

Sebagai informasi, saham BYAN sempat naik kencang pada perdagangan kemarin dipicu rumor rencana pengambilalihan alias akuisisi perusahaan oleh pengusaha Andi Syamsudin Arsyad alias Haji Isam.