IHSG Naik 0,32 Persen, Saham BBRI, AKRA dan BBTN Yang Diborong Asing di Sesi I
EmitenNews.com - Indeks Harga Saham Gabungan di BEI hingga penutupan perdagangan sesi I Jumat (5/2) ditutup di zona hijau dengan menguat 0,32 persen atau 19,626 poin ke level 6.126,842. Sebanyak 260 saham menguat, 180 saham melemah, dan sisanya stagnan. Adapun transaksi perdagangan mencapai Rp6,317 triliun dari 8,5 miliar saham yang diperdagangkan. Dari 10 indeks sektoral, tercatat sebanyak 8 sektor berhasil mendorong IHSG ke zona hijau. Sektor yang menguat antara lain; sektor Infrastruktur naik 0,26%, sektor Perbankan naik 0,09%, sektor Industri Dasar naik 0,22%, sektor pertambangan naik 0,79%, sektor Agri positif 1,62%, sektor property naik 1,04%, sektor Consumer naik 0,07%, dan sektor perdagangaan menguat 1,33%. Sedangkan sektor yang melemah yaitu; sektor Aneka Industri -0,88%, dan sektor manufaktur terkoreksi -0,01%. Sementara investor asing mencatat penjualan bersih alias net sell diseluruh pasar sebesar Rp209 miliar. Saham-saham dengan penjualan bersih terbesar asing adalah PT Bank Mandiri Tbk (BMRI) Rp 70,2 miliar, PT Indofood CBP Sukses Makmur Tbk (ICBP) Rp 56,3 miliar, dan PT Sinar Mas Multiartha Tbk (SMMA) Rp 50,1 miliar. Saham-saham dengan pembelian bersih terbesar asing adalah PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) Rp 48,8 miliar, PT AKR Corporindo Tbk (AKRA) Rp 32,7 miliar, dan PT Bank Tabungan Negara Tbk (BBTN) Rp 17 miliar. Saham-saham yang yang mengalami kenaikan harga diantaranya UNTR sebesar Rp925 menjadi Rp23.275 per lembar dan TGKA sebesar Rp575 menjadi Rp8.075 per lembar serta ITMG sebesar Rp475 menjadi Rp12.600 per lembar. Saham-saham yang mengalami penurunan harga diantaranya TKIM sebesar Rp975 menjadi Rp15.875 per lembar dan INKP sebesar Rp775 menjadi Rp13.900 per lembar serta UNIC sebesar Rp190 menjadi Rp4.300 per lembar. Saham-saham yang teraktif diperdagangkan diantaranya ANTM 36.023 kali senilai Rp662,4 miliar dan MSIN sebanyak 21.662 kali senilai Rp5,10 miliar serta ADRO sebanyak 19.797 kali senilai Rp208,9 miliar.
Related News
Apa Penyebab Utama Penurunan Laba Bersih Bank BRI Tahun 2025?
Laba BBNI 2025 Turun Saat Kredit Melesat Naik, Apa yang Terjadi?
Manuver Triliunan BNBR Caplok Tol, Peluang atau Jebakan Dilusi?
Efek Domino Selat Hormuz ke Sektor Energi dan Arus Logistik Asia
Efek Domino Laba UNTR 2025, Arah Bisnis dan Imbasnya ke Grup Astra
Di Balik Laba Astra 2025 Ada Manuver Utang, Dividen dan Ancaman EV





