EmitenNews.com - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) sepekan jebol ke level 5.185,105 atau -14,91% dari 6.093,759 di pekan sebelumnya. Sepanjang periode perdagangan 12-16 Oktober 2026, IHSG tercatat turun 908,654 poin.

Penurunan tajam IHSG dipicu pengumuman MSCI pada Jumat (16/10) pagi. Dalam pengumumannya, MSCI menyatakan klausul bahwa Indonesia berpotensi turun kasta ke Standalone Market atau pasar mandiri.

Imbasnya langsung tercermin dalam perdagangan hari itu juga. Pada pembukaan perdagangan, IHSG langsung dikenakan trading halt alias dihentikan sementara oleh BEI selama 30 menit. Hal itu disebabkan indeks yang langsung terjun bebas -8%.

Meski akhirnya kembali diperdagangkan sampai berakhirnya sesi II, IHSG terus melanjutkan koreksi hingga tembus -11,57% atau -678,67 poin.

Data RTI Business pun menunjukkan, sebanyak 775 saham melemah, dan hanya 10 saham yang menguat dan 10 saham lainnya stagnan.

Seribu Triliun Menguap

Tak hanya penurunan harga, IHSG yang jebol hingga dua digit membuat market cap bursa juga turun 15,23% menjadi Rp9.157 triliun dari Rp10.701 triliun di pekan lalu. Artinya sekitar seribu triliun menguap dalam sehari pasca pengumuman MSCI.

Volume transaksi harian juga tercatat menurun 5,22% dari 46,53 miliar lembar saham menjadi 44,10 miliar lembar saham. Di saat yang sama, nilai transaksi harian juga terkoreksi 0,07% dari Rp16,23 triliun menjadi Rp16,21 triliun.

Sedangkan dari rata-rata frekuensi transaksi harian tercatat meningkat 2,46% dari 1,67 juta kali menjadi 1,71 kali transaksi.

Seluruh Sektor Kompak Ambruk