IHSG Tertekan Sentimen Watchlist S&P DJI, Anjlok 1,35% ke 5.905
:
0
Potret merah layar perdagangan IHSG. Foto: EmitenNews.
EmitenNews.com - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dibuka melemah pada perdagangan Rabu (8/7/2026). Sentimen negatif datang setelah S&P Dow Jones Indices (S&P DJI) memasukkan Indonesia ke dalam daftar pantau 2027.
Berdasarkan data RTI Business pukul 09.31 WIB, IHSG melemah 80,566 poin atau 1,35% ke level 5.905,931. Indeks dibuka di 5.984,182 dengan level tertinggi 5.984,473 dan terendah 5.900,712. Sebanyak 471 saham melemah, 128 saham menguat, dan 127 saham stagnan. Nilai transaksi mencapai Rp2,426 triliun dengan volume 5,445 miliar saham.
Tekanan muncul setelah S&P DJI merilis "S&P Dow Jones Indices Country Classification – 2026/2027 Watchlist" pada 7 Juli 2026 waktu New York. Dalam rilis tersebut, Indonesia masuk 2027 Watchlist dengan potensi reklasifikasi dari Emerging Market menjadi Special Measures/Frontier.
S&P DJI menyebut pemantauan dilakukan karena perkembangan terkait transparansi kepemilikan saham di Indonesia.
"S&P DJI terus memantau perkembangan terkait transparansi kepemilikan saham di Indonesia dan pedoman terkait dari Bursa Efek Indonesia yang bertujuan untuk mengatasi kekhawatiran terkait pengungkapan serta potensi dampak terhadap likuiditas,” tulis S&P DJI.
Lebih lanjut, S&P DJI menyatakan dapat mempertimbangkan penerapan perlakuan khusus untuk efek Indonesia. Jika masalah tersebut tidak terselesaikan dalam 1 tahun kalender sejak langkah khusus diterapkan, maka klasifikasi pasar Indonesia akan dinilai kembali pada review tahunan berikutnya.
Selain Indonesia, negara lain yang masuk 2027 Watchlist adalah Turki dengan potensi yang sama, dan Nigeria yang berpotensi naik dari Standalone ke Frontier.
Sebelumnya MSCI juga telah menempatkan Indonesia dalam peninjauan sejak Januari 2026 dengan sorotan yang sama pada isu aksesibilitas dan transparansi pasar modal.
Dengan adanya sentimen ini, pelaku pasar khawatir terhadap potensi arus dana asing keluar jika status Indonesia diturunkan. Kekhawatiran itu tercermin dari pelemahan IHSG dan dominasi saham yang turun pada awal perdagangan hari ini.
Related News
Astra Berkarya dan Tumbuh Bersama Indonesia
Dari Rumor Menjadi Nyata, Haji Isam Kini Genggam 30% Saham BYAN
TRIN Masuk Daftar Top Losers Sepekan, Intip Rinciannya!
Intip Top Gainers Sepekan, Ada AKKU hingga Saham HSC Ini
IHSG Menguat Tipis dalam Sepekan, Kapitalisasi Pasar Sentuh Rp10.701T
Bittime: Empat Faktor Ini Perlu Dicermati Investor Kripto di Q4 2026





