IHSG Turun 1,6 Persen, Dua Saham Bank BUMN Ini Yang Dijual Asing di Sesi I
EmitenNews.com - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di BEI hingga akhir perdagangan saham sesi I ditutup melemah -1,60 persen atau turun -95,753 poin ke level 5.883,634. Tercatat sebanyak 144 saham menguat, 326 saham melemah, dan sisanya stagnan. Adapun transaksi perdagangan mencapai Rp9,234 triliun dari 11,2 miliar saham yang diperdagangkan. Investor asing mencatatkan penjualan bersih alias net sell sebesar Rp10 miliar diseluruh pasar. Saham - saham yang terbesar nilainya dijual asing adalah PT Bank Mandiri (BMRI) senilai Rp61 miliar, PT Bank Rakyat Indonesia (BBRI) senilai Rp54 miliar dan PT United Tracktors Indonesia (UNTR) senilai Rp28 miliar. Saham-saham yang yang mengalami kenaikan harga diantaranya DCII sebesar Rp1.175 menjadi Rp7.150 per lembar dan ARTO sebesar Rp300 menjadi Rp6.700 per lembar serta TKIM sebesar Rp275 menjadi Rp12.950 per lembar. Saham-saham yang mengalami penurunan harga diantaranya UNTR sebesar Rp1.375 menjadi Rp22.500 per lembar dan GGRM sebesar Rp900 menjadi Rp38.025 per lembar serta DSSA sebesar Rp800 menjadi Rp12.000 per lembar. Saham-saham yang teraktif diperdagangkan diantaranya FILM 47.320 kali senilai Rp183,6 miliar dan BRIS sebanyak 45.591 kali senilai Rp643,03 miliar serta ANTM sebanyak 43.384 kali senilai Rp943,2 miliar. Sedangkan Indeks sektoral yang melemah antara lain; sektor property -1,29%, sektor Industri Dasar -1,00%, sektor Aneka Industri -2,37%, sektor Infrastruktur -1,39%, sektor Agri -0,32%, sektor Consumer -1,35%, sektor Perbankan -2,28%, sektor manufaktur -1,39%, sektor pertambangan -1,33%, dan sektor Perdagangan terkoreksi -0,47%.
Related News
Beda Cara 3 Bank Himbara Bertahan di Tahun 2025, Jagoanmu yang Mana?
Katalisator Bank Mandiri Cetak Laba Rekor di Tahun 2025
Apa Penyebab Utama Penurunan Laba Bersih Bank BRI Tahun 2025?
Laba BBNI 2025 Turun Saat Kredit Melesat Naik, Apa yang Terjadi?
Manuver Triliunan BNBR Caplok Tol, Peluang atau Jebakan Dilusi?
Efek Domino Selat Hormuz ke Sektor Energi dan Arus Logistik Asia





