EmitenNews.com - Perdagangan pasar saham Indonesia akan berupaya mempertahankan pola uptrend jangka panjang, setelah Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kemarin mampu berbalik menguat dan berakhir di zona hijau. Analis PT Indosurya Bersinar Sekuritas, William Suryawijaya, mengatakan sejauh ini pola pergerakan IHSG masih berada dalam tren kenaikan jangka panjang, meski sebelumnya mengalami koreksi akibat aliran modal keluar dan sentimen negatif regional. "Momentum koreksi wajar dapat dimanfaatkan oleh investor untuk melakukan akumulasi pembelian, mengingat secara jangka panjang laju IHSG masih berada dalam pola uptrend," kata William, di Jakarta, Kamis (15/8). Lebih jauh, William menyebutkan, saat ini IHSG memiliki support terdekat yang akan berupaya dipertahankan pada level 6.231, sedangkan target resisten terdekat yang berusaha ditembus ada di posisi 6.372. Dengan demikian, kata dia, adanya potensi kenaikan lanjutan pada pergerakan IHSG hari ini bisa direspons pelaku pasar dengan mengakumulasi sembilan saham berikut:
- PT Indofood Sukses Makmur Tbk (INDF)
- PT Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI)
- PT Bank Central Asia Tbk (BBCA)
- PT Astra International Tbk (ASII)
- PT Sri Rejeki Isman Tbk (SRIL)
- PT Kalbe Farma Tbk (KLBF)
- PT Nippon Indosari Corpindo Tbk (ROTI)
- PT HM Sampoerna Tbk (HMSP)
- PT AKR Corporindo Tbk (AKRA). (Romys
Related News
Saham Pengendali Digadai ke Bank, Laba Emiten Haji Isam Meroket 33%
Nihil Utang Bank, Laba UNVR Naik 25% Meski Ditagih Pajak Triliunan
Untung Miliaran dari Sewa Sekolah, Ini Rahasia Diet Biaya Ekstrem MSIE
Penjualan AXIO Tembus Rp1,36 Triliun, 66 Persennya Cuma dari 2 Klien
Sumbang 30% Sales, Microsoft Beli Lahan Industri DMAS Demi Data Center
Kredit Macet Susut, Laba Bersih Woori Finance (BPFI) Naik Hampir 90%





