EmitenNews.com – PT Indonesia Infrastructure Finance (IIF) tengah bersiap meraih kesempatan dari berbagai proyek pembangunan infrastruktur di indonesia yang saat ini mengalami pertumbuhan pesat.

 

Menyambut momentum tersebut, Perseroan mengambil langkah strategis berupa penerbitan Obligasi Berkelanjutan II Indonesia Infrastructure Finance Tahap I Tahun 2023 untuk memperkuat modal kerja dalam rangka menjaring potensi pengembangan proyek infrastruktur berkelanjutan.

 

Sebelumnya pada Jumat 17 November 2023 Otoritas Jasa Keuangan telah memberikan lampu hijau berupa pernyataan pra-efektif atas aksi korporasi ini. Selain itu, Pefindo sebagai lembaga pemeringkat juga telah menyematkan peringkat idAAA pada Obligasi yang diterbitkan Perseroan.

 

IIF menargetkan penghimpunan dana senilai Rp500 miliar yang terbagi menjadi 3 seri. Seri A untuk jangka waktu 1 tahun dengan bunga 6,25 persen hingga 6,95, Seri B untuk jangka waktu 3 tahun dengan bunga 6,6 persen - 7,10, dan Seri C untuk jangka waktu 5 tahun dengan bunga 6,75 persen - 7,25.

 

Lebih lanjut, masa penawaran umum direncanakan akan berlangsung pada 15 – 18 Desember 2023. Penjatahan pada 19 Desember 2023, disusul dengan tanggal distribusi secara elektronik (emisi) pada 21 Desember 2023. Adapun tanggal pencatatan di Bursa Efek Indonesia (BEI) adalah 22 Desember 2023.