Ikuti Wall Street, IHSG Berbalik Menyala
:
0
Seseorang berjalan di bagian teras depan gedung Bursa Efek Indonesia. FOTO - ISTIMEWA
EmitenNews.com - Indeks bursa Wall Street akhir pekan lalu kompak ditutup menguat. Itu dipicu optimisme investor terhadap peluang pemangkasan suku bunga acuan 25 basis points (bps) pada pertemuan Desember 2025 mendatang. Saat ini, probabilitas pemangkasan suku bunga acuan berada di kisaran 80-85 persen naik cukup signifikan dari probabilitas terendahnya 40 persen dua pekan sebelumnya.
Kenaikan itu sendiri kali pertama dipicu pernyatan Presiden The Fed New York, John Williams. Ia mengatakan ada ruang bagi The Fed dalam jangka pendek untuk menyesuaikan suku bunga acuan. Sementara itu, rumor mengenai calon pengganti gubernur The Fed pro terhadap kebijakan moneter longgar juga turut memperbesar peluang pemangkasan suku bunga acuan.
Nah, penguatan indeks bursa Wall Street, dan lonjakan cukup signifikannya harga komoditas mineral logam seperti emas, timah, dan tembaga diprediksi menjadi sentimen positif pasar. Sementara itu, aksi jual investor asing belum reda berpeluang menjadi sentimen negatif untuk indeks harga saham gabungan (IHSG).
Oleh sebab itu, indeks diprediksi bergerak bervariasi cenderung menguat. Sepanjang perdagangan hari ini, Senin, 1 Desember 2025, indeks akan menjelajahi kisaran support 8.445-8.380, dan resistance 8.570-8.635. Menilik data itu, Retail Research CGS International Sekuritas Indonesia menyarankan investor mengoleksi saham MAPA, dan ISAT, EXCL, SMGR, NCKL, dan BUMI. (*)
Related News
BREN, DSSA, IFSH, dan SOTS Hiasi Top Losers Pekan Ini
WBSA, BDMN, dan KOTA Huni Top Gainers, Simak Lengkapnya
IHSG Longsor 6,61 Persen, Kapitalisasi Pasar Sisa Rp12.736 Triliun
Kebutuhan Avtur Periode Haji Diproyeksikan 80 Ribu Kiloliter
Ditjen Migas Arahkan Bobibos Uji Klasifikasi, Masuk BBN atau BBM
Triwulan I 2026 Sebanyak 633 Perusahaan Bangun Fasilitas Produksi





