EmitenNews.com—Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada perdagangan hari ini diproyeksikan menguat terbatas. Adapun ideks pada perdagangan kemarin ditutup zona hijau pada level 6.736,09. 

 

Head of Technical Analyst Research BNI Sekuritas, Andri Zakaria Siregar mengatakan, secara teknikal indeks berpeluang mengalami kenaikan terbatas dari pola triangle dan di atas 5 day MA. 

 

“Trend Bearish, selama di bawah 6.767. IHSG closing di atas 5 day MA (6.675). Indikator MACD bearish, Stochastic bullish, dalam pola triangle. Selama di atas support 6.602 - 6.623, IHSG masih berpeluang rebound. IHSG masih berada di bawah 200 day MA (6.771) selama 12 hari berturut- turut. Dominan sell power. Range breakout berada di 6.559 - 6.767,” ujar Andri dalam riset nya, Rabu (20/7). 

 

Level resistance indeks pada perdagangan hari ini berada di level 6.767/6.796/6.851/6.898, sementara untuk level support berada di 6.714/6.677/6.641/6.602, dengan perkiraan range 6.610 - 6.710.

 

Research Analyst BNI Sekuritas Maxi Liesyaputra menambahkan, kemarin indeks Dow Jones Industrial Average ditutup menguat sangat signifikan 2,43%, begitu juga dengan S&P 500 yang naik 2,76%, sementara indeks Nasdaq mencatat kenaikan lebih tinggi 3,11%. 

 

“Kenaikan ini seiring dengan harapan investor terhadap kinerja keuangan emiten yang baik dan menganggap bahwa indeks telah mencapai titik terendah,” ujar Maxi. 

 

Bursa eropa juga mencatatkan kenaikan yang signifikan. Sementara itu, pada perdagangan kemarin bursa regional Asia Pasifik bergerak variatif. Beberapa bursa yang mencatat pelemahan adalah Hang Seng dan Kospi, sementara BEI dan Nikkei menguat.

 

Investor dapat mencermati saham BBRI dengan rekomendasi SPECULATIVE BUY target 4.180/4.280 di bawah 4.050/3.960. Kemudian saham INCO direkomendasikan BUY Di Atas 5.150 target 5.350/5.600 stop loss di bawah 4.920/4.740.

 

Investor juga dapat mencermati saham PTBA dengan rekomendasi AKUMULASI BUY target 4.060/4.100 stop loss di bawah 3.890. Sementara saham TOWR direkomendasikan TRADING BUY target 1.160/1.180 stop loss di bawah 1.100.