EmitenNews.com - Presiden Prabowo Subianto dan Presiden Prancis Emmanuel Macron berkomitmen memperkuat kemitraan strategis di berbagai bidang yang telah dibangun sejak lama. Mereka juga menyelaraskan isu-isu global yang berkembang saat ini.

Kepada pers, Sabtu (24/1/2026) malam, Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya mengungkap isi pertemuan yang berlangsung selama kurang lebih 2,5 jam, antara Presiden Prabowo Subianto dengan koleganya Presiden Emmanuel Macron di Istana Élysée, Paris, Prancis.

“Pertemuan tertutup kedua pemimpin tersebut berlangsung sekitar 2,5 jam diawali makan malam. Kedua pemimpin berkomitmen memperkuat kemitraan strategis di berbagai bidang yang telah dibangun sejak lama, serta menyelaraskan isu-isu global antara kedua pemimpin,” kata Seskab Teddy.

Presiden Prabowo ke Istana Élysée, Jumat (23/1) malam, memenuhi undangan Presiden Macron untuk jamuan makan malam. Keduanya sebelumnya berada di Davos, Swiss, untuk memberikan pidato khusus dalam acara Annual Meeting Davos, World Economic Forum (WEF) 2026.

Seskab Teddy, yang turut mendampingi Presiden Prabowo di Istana Élysée, menyatakan kedua pemimpin tersebut juga membahas beberapa isu yang menjadi perhatian Prancis selaku ketua G7.

Dalam pertemuan tersebut, Presiden Macron didampingi oleh Kepala Staf Kepresidenan Jenderal Vincent Giraud, Penasihat Luar Negeri Emmanuel Bonne, dan Duta Besar Prancis untuk Indonesia Fabien Penone.

Sedangkan selain Seskab Teddy, Presiden Prabowo juga didampingi oleh Kepala Protokol Negara Andy Rachmianto.

Kunjungan Presiden Prabowo di Paris berlangsung singkat sekitar kurang lebih 5 jam. Dari Paris, Presiden Prabowo langsung bertolak ke Jakarta.

Di Pangkalan Udara TNI AU Halim Perdanakusuma, Jakarta, Sabtu sore, pesawat Garuda Indonesia-1 yang membawa Presiden Prabowo beserta rombongan terbatas telah mendarat.

Kedatangan Presiden Prabowo disambut oleh Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi, Kepala Badan Intelijen Negara M. Herindra, Kapolri Jenderal Pol. Listyo Sigit Prabowo, Panglima TNI Jenderal TNI Agus Subiyanto, dan Kepala Sekretaris Pribadi Presiden RI Rizky Irmansyah.

Presiden Prabowo mengakhiri rangkaian lawatan luar negeri sejak awal pekan ini di London, Inggris, kemudian di Kota Davos, Swiss, dan terakhir Paris, Prancis.

Presiden Macron mengatakan, keduanya memperkuat kemitraan strategis

Sementara itu Presiden Prancis Emmanuel Macron mengungkap hal-hal yang menjadi fokusnya saat bertemu dengan Presiden Prabowo Subianto dalam acara jamuan makan malam di Istana Élysée, Paris, Prancis, Jumat (23/1) malam waktu setempat.

Presiden Prabowo melanjutkan lawatannya ke Paris pada Jumat siang setelah memberikan pidato khusus di panggung Annual Meeting Davos, World Economic Forum, Davos, Swiss, Kamis (22/1).

Di Istana Élysée, Paris, Presiden Prabowo memenuhi undangan Presiden Macron untuk menghadiri jamuan makan malam. Jamuan tersebut bukanlah yang pertama, mengingat Presiden Prabowo pada tahun 2025 juga pernah dijamu oleh Presiden Macron, kemudian juga pada Juli 2024 saat Prabowo masih presiden terpilih.

"Senang menyambut hari ini di Paris Presiden Indonesia, Prabowo Subianto," kata Presiden Macron dalam siaran resminya yang dikutip di Jakarta, Sabtu.

Dalam siaran resmi bersama, Macron mengatakan, keduanya memperkuat kemitraan strategis yang menghubungkan Indonesia dan Prancis di berbagai bidang. Juga keselarasan pandangan mengenai isu-isu global dan internasional yang Prancis bertekad untuk dorong dalam kerangka kepresidenannya di G7.