Industri Data Center RI Kian Kinclong Berkat Insentif & Investasi

Kebijakan penciptaan iklim investasi yang mendukung dan insentif yang menarik diyakini menjadi kunci pertumbuhan ekosistem dan industri pusat data (data center) yang lebih positif di Indonesia
Lokasi ideal sebaiknya berada dekat dengan titik pendaratan sistem komunikasi kabel laut (SKKL) untuk meminimalisasi latensi data. Meskipun PLN memiliki kelebihan pasokan listrik, tarif listrik untuk pusat data juga masih tergolong masuk kategori bisnis, bukan industri.
Selain itu, penyediaan energi hijau menjadi salah satu faktor penting untuk menarik investasi. Untuk mendukung semua upaya ini, diperlukan mekanisme nasional yang terintegrasi untuk pendataan lokasi dan kapasitas pusat data.
“Data yang terintegrasi akan memberikan peta jalan yang lebih terarah untuk pengembangan di masa depan,” ucap Denny.
Esti Susanti menuturkan, lonjakan kebutuhan data center hyperscale, komputasi awan (cloud), dan AI membuat peta data center di Indonesia berubah cepat hingga menjelma menjadi hub digital penting di Asia Tenggara.
“Leads Property turut mengiringi perkembangan tersebut dengan membantu menghubungkan kebutuhan investor dengan lahan yang tepat,” kata Esti.
Lintasarta dan Potensi Data Center
Sebagai pelaku dan penyedia layanan data center di Tanah Air, Gidion Suranta Barus dari Lintasarta mengemukan, Lintasarta AI Factory hadir menjawab kebutuhan dengan GPU Merdeka dan Cloudeka, memberikan infrastruktur sovereign AI yang bisa diakses startup, korporasi, maupun lembaga riset di dalam negeri.
Dengan adanya regulasi data sovereignty, kehadiran data center lokal berbasis GPU menjadi strategic enabler agar inovasi AI bisa berkembang tanpa harus tergantung pada infrastruktur asing.
Sementara itu, tantangan nasional saat ini, distribusi pusat data masih terkonsentrasi di Jakarta (55%), sehingga menciptakan beban risiko dan menghambat pemerataan.
“Lintasarta berkomitmen untuk memperluas footprint backbone connectivity dengan keandalan high bandwidth, low latency, dan high availability ke pusat data di wilayah strategis lain agar pertumbuhan lebih merata,” ucap Gidion.
Terakhir, Hendra Suryakuma berharap pemerintah, lewat Kemkomdigi, untuk lebih memperhatikan perkembangan Indonesia bagian Timur yang punya potensi investasi besar data center, namum kekurangan dukungan infrastruktur yang memadai.
"Indonesia Timur memerlukan infrastruktur yang lebih memadai, antara lain pembenahan kabel fiber optik agar lebih baik untuk internet guna menunjang operasional data center," ungkap Hendra.
Dia menyebut, kehadiran data center makin penting dan terus tumbuh di era transformasi digital dan merupakan hulu yang sangat dibutuhkan karena adanya evolusi digital, yang mencangkup di dalamnya perkembangan kecerdasan buatan (AI), koneksi perangkat pintar, media sosial, serba internet (internet of things), cloud computing, e-commerce, dan kota pintar (smart city).
"Evolusi digital perlu adanya volume data, trafik internet protocol (IP), storage, processing power yang pada ujungnya membutuhkan kehadiran data center," pungkas Hendra.
Related News

Mie Gacoan-SELMI Berdamai, Polda Bali Hentikan Sengketa Hak Cipta

Pimpin AAJI Tiga Tahun ke Depan, Budi Tampubolon Fokus Empat Hal Utama

Ada Pengembangan Fitur, Transaksi Digital MDIN Bank Muamalat Tumbuh

IHSG Tumbang 2,27 Persen di Sesi I, Hampir Semua Sektor Berdarah-darah

Apresiasi Komitmen Investasi, Kemenperin Dukung Akademi Apple

IKI Agustus 2025 Menguat 0,66 Persen ke Angka 53,55