Industri Furnitur Perlu Rebut Peluang USD660 Miliar di Pasar Global
:
0
Industri Agro Kementerian Perindustrian, Putu Juli Ardika mengemukakan, pasar global furnitur sangat potensial, yang perlu dimanfaatkan oleh para pelaku industri dalam negeri.
EmitenNews.com - Direktur Jenderal Industri Agro Kementerian Perindustrian, Putu Juli Ardika mengemukakan, pasar global furnitur sangat potensial, yang perlu dimanfaatkan oleh para pelaku industri dalam negeri.
Berdasarkan data Expert Market Research, nilai pasar furnitur dunia pada tahun 2024 mencapai USD660 miliar dan diperkirakan tumbuh 4,9% per tahun hingga 2034.
“Kondisi ini merupakan peluang besar bagi industri furnitur Indonesia untuk meningkatkan ekspor dan pangsa pasar global,” ungkapnya pada pembukaan Indo Wood Expo 2025 di Surabaya, Kamis (19/6).
Namun demikian, industri furnitur Indonesia tengah menghadapi berbagai tantangan, seperti hambatan logistik akibat geopolitik, regulasi lingkungan seperti European Union Deforestation Regulation (EUDR), hambatan non-tarif di negara tujuan ekspor, masuknya furnitur impor logam dan plastik, serta isu keamanan investasi.
“Untuk menjawab tantangan dan tren pasar furnitur yang mengarah pada produk ramah lingkungan, desain modular dan cerdas (smart features), serta sistem pemasaran berbasis teknologi seperti Augmented Reality (AR) dan 3D printing, bisa menjadi solusinya. Oleh karena itu, Kemenperin terus mendorong transformasi teknologi di sektor ini,” imbuhnya.
Langkah lain yang dijalankan Kemenperin dalam meningkatkan daya saing industri furnitur nasional adalah pelaksanaan program restrukturisasi mesin/peralatan industri pengolahan kayu sejak tahun 2022. Program ini memberikan reimburse sebagian biaya pembelian mesin hingga 30% untuk mesin lokal dan 15% untuk mesin impor yang memenuhi kriteria. “Sebanyak 33 perusahaan telah memanfaatkan program ini, dengan total reimburse sebesar Rp20,6 miliar,” ungkap Putu.
Menurutnya, dampak dari program restrukturisasi itu terbukti membawa dampak positif. Berdasarkan data perusahaan peserta program, terjadi peningkatan efisiensi proses hingga 11%, peningkatan mutu produk hingga 21%, dan produktivitas yang meningkat hingga 24%.
“Pemerintah juga terus memfasilitasi pengembangan industri furnitur melalui penyediaan bahan baku, pelatihan SDM, riset pasar, serta kebijakan fiskal seperti tax holiday, super deduction tax, dan kemudahan ekspor-impor,” tambahnya.
Putu berharap penyelenggaraan Indo Wood Expo 2025 – Surabaya Edition dapat menjadi ajang strategis bagi pelaku industri untuk mengakses teknologi terkini, bahan baku unggulan, dan peluang pasar ekspor.(*)
Related News
IHSG Gagal Menghijau, Saham Emiten Prajogo Pangestu Kompak Tersungkur
Platform Kripto PINTU Sabet Emas Lagi di 2026
Garap Komunitas Esports, IPOT Mitra Utama Kapolda Jateng Cup 2026
Melemah di Sesi I, Analis Wanti-Wanti Area Support Berikutnya di 6.000
Investor Asing Ramai-Ramai Borong Saham di Sesi I Capai Rp2,59T!
IHSG Sesi Siang (17/6) Melorot 0,84 Persen ke 6.200





