EmitenNews.com - Bekasi Fajar Industrial Estate (BEST) sepanjang 2023 mematok marketing sales sebesar Rp651 miliar. Target pasar perseroan terutama industri-industri relatif tahan terhadap dampak pandemi. Misalnya, logistik pergudangan, elektronik, consumer goods, dan industri tengah tumbuh macam data center, dan kendaraan elektrik. 


Perseroan juga fokus mengembangkan Befa Digital Town diluncurkan pada Desember 2022 untuk mendukung, dan menarik permintaan tinggi industri data center. Selama kuartal 1-2023, perseroan telah mencatat marketing sales Rp51 miliar. Perbaikan pertumbuhan ekonomi Indonesia berlanjut seiring strategi perseroan dengan fokus bisnis Kawasan industri.


Perseroan fokus mengembangkan fasilitas sarana penunjang,  dan infrastruktur Kawasan Industri MM2100 untuk mendukung keberlangsungan usaha pelaku bisnis Kawasan Industri MM2100. Salah satu pendukung infrastruktur tengah dibangun tol JORR II Cibitung-Cilincing diyakini mampu mendorong efektivitas, dan mempermudah akses pelaku usaha di Kawasan Industri MM2100.


”Selain itu, infrastruktur lain direncanakan pemerintah memudahkan pelaku usaha, di antaranya pengoperasian LRT tahun ini, pembangunan Tol Jakarta-Cikampek Selatan, perluasan Kawasan Tanjung Priok, dan pembangunan Pelabuhan Patimban,” tutur Head of Investor Relations Bekasi Fajar Seri.


Selama 2022 seiring pemulihan ekonomi Indonesia akibat Pandemi Covid-19, perseroan membukukan penjualan 16 hektare lahan industri (marketing sales) dibanding edisi sama 2021 sebesar 4 hektare. Total pendapatan Rp543 miliar, melonjak 136  persen alias Rp313 miliar dibanding episode sama 2021 sejumlah Rp230 miliar. Kontribusi terbesar dari kenaikan penjualan lahan industri Rp296 miliar. 


Peningkatan pendapatan turut mendongkrak perbaikan gross profit margin 59 persen dibanding periode sama 2021 sebesar 51 persen. Perseroan mencatat laba bersih Rp34 miliar menanjak signifikan dibanding edisi sama 2021 rugi Rp71 miliar. Jadi, ada perbaikan net profit margin surplus 6 persen dibanding posisi sama 2021 negatif 31 persen.


Sementara itu, hasil Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) menetapkan seluruh laba bersih perseroan dimasukkan, dan dibukukan sebagai laba ditahan. Itu penting untuk menambah modal kerja sesuai dengan rencana pengembangan usaha perseroan. (*)