IDXINDUST

 0.00%

IDXINFRA

 0.00%

IDXCYCLIC

 0.00%

MNC36

 0.00%

IDXSMC-LIQ

 0.00%

IDXHEALTH

 0.00%

IDXTRANS

 0.00%

IDXENERGY

 0.00%

IDXMESBUMN

 0.00%

IDXQ30

 0.00%

IDXFINANCE

 0.00%

I-GRADE

 0.00%

INFOBANK15

 0.00%

COMPOSITE

 0.00%

IDXTECHNO

 0.00%

IDXV30

 0.00%

IDXNONCYC

 0.00%

Investor33

 0.00%

IDXSMC-COM

 0.00%

IDXBASIC

 0.00%

IDXESGL

 0.00%

DBX

 0.00%

IDX30

 0.00%

IDXG30

 0.00%

KOMPAS100

 0.00%

PEFINDO25

 0.00%

BISNIS-27

 0.00%

ISSI

 0.00%

MBX

 0.00%

IDXPROPERT

 0.00%

LQ45

 0.00%

IDXBUMN20

 0.00%

IDXHIDIV20

 0.00%

JII

 0.00%

IDX80

 0.00%

JII70

 0.00%

SRI-KEHATI

 0.00%

SMinfra18

 0.00%

Ingat ya, Jangan Sampai Mudik jadi Pemicu Tragedi

21/04/2021, 14:31 WIB

Ingat ya, Jangan Sampai Mudik jadi Pemicu Tragedi

EmitenNews.com - Ingat ya. Meski seseorang telah dinyatakan bebas Covid-19, dengan mengantongi surat hasil tes swab negatif, tidak menutup kemungkinan dapat tertular dalam perjalanan saat mudik Lebaran 2021. Karena itulah pemerintah melarang lagi mudik lebaran, seperti tahun lalu. Jangan sampai mudik ke kampung halaman menjadi momentum yang justru dapat memicu tragedi. 

 

“Tidak menjamin seseorang yang sudah membawa dokumen negatif Covid-19 akan selamanya negatif. Kita sudah buktikan, mereka yang berada di dalam perjalanan itu punya risiko sangat tinggi,” kata Kepala Satuan Tugas Penanganan Covid-19 Doni Monardo seperti dikutip dari siaran pers BNPB, Selasa (20/4/2021).

 

Doni menyebutkan, penularan Covid-19 dalam perjalanan sangat mungkin terjadi dari seseorang yang telah positif, tetapi tergolong orang tanpa gejala (OTG). Kemudian secara tidak langsung meninggalkan droplet (cairan yang keluar dari hidung, atau mulut) di beberapa bidang atau benda pada fasilitas umum. Termasuk transportasi massal baik darat, laut maupun udara.

 

“Mereka sudah negatif Covid-19, merasa nyaman, tetapi tanpa sadar mereka menyentuh bagian tertentu dari permukaan benda-benda yang mungkin sudah terkena droplet dari seseorang yang positif,” kata mantan Danjen Kopassus itu.


Author: N A