Intip Arah Kebijakan Fed, Harga Emas Bertahan USD4.350
:
0
Harga emas dunia terpantau bergerak stabil di kisaran USD4.350 per ons pada perdagangan Jumat.(Foto: Magnific)
EmitenNews.com - Harga emas dunia terpantau bergerak stabil di kisaran USD4.350 per ons pada perdagangan Jumat. Konsolidasi harga ini terjadi setelah logam mulia tersebut mengalami penurunan cukup tajam pada sesi sebelumnya.
Pergerakan stabil ini dipicu aksi koreksi investor yang mulai mengambil keuntungan, sembari mencermati arah kebijakan suku bunga acuan Bank Sentral Amerika Serikat atau Federal Reserve dan eskalasi situasi geopolitik di Timur Tengah.
Berdasarkan data Trading Economics, laporan harga produsen AS yang dirilis Kamis memperlihatkan kenaikan yang lebih rendah dari perkiraan pada Juli. Hasil tersebut memperkuat indikasi bahwa tekanan inflasi mulai melunak, menyusul rilis data Indeks Harga Konsumen (CPI) yang melandai pada Rabu.
"Data harga yang lebih lemah mengurangi tekanan pada Fed untuk menaikkan suku bunga dalam waktu dekat, dengan pasar sekarang memperkirakan sekitar 35% kemungkinan kenaikan suku bunga sebesar 25 basis poin pada bulan September, turun dari 55% seminggu sebelumnya," tulis laporan Trading Economics pada Jumat.
Di sisi lain, kebuntuan upaya diplomatik untuk membuka kembali Selat Hormuz membuat para pelaku pasar tetap waspada. Risiko eskalasi konflik berpotensi mengerek harga energi global yang pada gilirannya dapat memicu kembali lonjakan inflasi.
Bagi Indonesia, pergerakan harga emas dunia ini memberikan dampak langsung terhadap dinamika pasar domestik. Perubahan harga emas global menjadi acuan utama bagi penentuan harga jual dan beli kembali (buyback) emas batangan Antam serta perilaku investasi masyarakat di dalam negeri.(*)
Related News
Di RUPSLB Daring, Dirut PLN Berganti dari Darmawan ke Suroso Isnandar
Dolar AS Capai Level Tertinggi dalam 18 Bulan
Harapan Besar dari TEI 2026, Mendag Bidik Transaksi Rp313,25 Triliun
Emas Dunia Tertahan, Emas Antam Ikut Stagnan
Suku Bunga AS Berpotensi Naik, Harga Emas Global Tahan Diri
Daya Tawar Lemah, Harga Baja HRC Indonesia Merosot ke USD515





