Intip Grup Saratoga, TBIG dan MPMX Menguat Kala MDKA Tertekan
:
0
PT Saratoga Investama Sedaya Tbk (SRTG), emiten induk Grup Saratoga.
EmitenNews.com - Pergerakan saham emiten yang tergabung maupun terafiliasi dengan PT Saratoga Investama Sedaya Tbk (SRTG) bergerak bervariasi perdagangan Selasa (26/5). Penguatan terlihat pada sektor menara telekomunikasi dan otomotif, sementara saham berbasis komoditas mineral dan gas industri justru mengalami tekanan.
Saham PT Tower Bersama Infrastructure Tbk (TBIG) memimpin penguatan di jajaran emiten Grup Saratoga setelah melonjak 9,70 persen atau naik 130 poin ke level Rp1.470. Meski volume perdagangan TBIG relatif terbatas di kisaran 996,8 ribu saham dengan nilai transaksi sekitar Rp1,4 miliar, minat beli pasar terhadap emiten menara telekomunikasi itu masih terjaga.
Kinerja positif juga dicatatkan oleh PT Mitra Pinasthika Mustika Tbk (MPMX). Emiten otomotif tersebut melesat 5,31 persen ke level Rp1.090. dan menjadi emiten dengan aliran dana asing terbesar di kluster Saratoga, yakni mencapai Rp532,4 juta.
Di sektor energi, saham PT Alamtri Resources Indonesia Tbk (ADRO) bergerak stagnan di level Rp2.300. Kendati demikian, aktivitas transaksi saham ADRO tergolong tinggi dengan nilai turnover mencapai Rp105,1 miliar.
Sementara itu, anak usaha ADRO di sektor batu bara metalurgi, PT Adaro Andalan Indonesia Tbk (AADI), masih mampu mencatatkan kenaikan tipis sebesar 0,91 persen ke posisi Rp8.325.
Adapun saham induk investasi PT Saratoga Investama Sedaya Tbk (SRTG) turut ditutup di zona hijau setelah naik 1,23 persen ke level Rp1.645. Namun, saham SRTG masih dibayangi aksi jual bersih asing senilai Rp265,6 juta.
Di sisi lain, sektor mineral menjadi pemberat utama pergerakan saham Grup Saratoga. Saham PT Merdeka Copper Gold Tbk (MDKA) terkoreksi 4,56 persen ke level Rp2.720.
Meski mengalami tekanan, saham MDKA tercatat sebagai emiten dengan transaksi paling ramai di kluster tersebut dengan nilai turnover mencapai Rp286,6 miliar. Penurunan harga MDKA juga dimanfaatkan investor asing untuk melakukan aksi beli, tercermin dari net foreign buy sebesar Rp156,8 juta.
Tekanan jual paling dalam dialami oleh saham PT Samator Indo Gas Tbk (AGII) yang anjlok 5,59 persen ke level Rp2.700. (*)
Related News
Efek Kejut MSCI, Market Cap 10 Emiten Terjun Bebas, DSSA?
Nasib DSSA, BREN, dan CUAN Setelah Kena Sanksi Rp2,1 Triliun
Manuver Morgan Stanley Sebelum MSCI Tebar Ancaman
Ledakan Data Center, DMAS Naikkan Target Prapenjualan 42 Persen
BREN dan CUAN Ungkap Ini Usai Kena Sanksi
Ubah Strategi Bisnis, ERA Real Estate (IPAC) Putuskan Go Private





