EmitenNews.com - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kemarin ditutup melemah tipis 0,10 persen menjadi 6.534 setelah sempat menyentuh level terendah intraday pada 6.371. Secara teknikal, IHSG masih bertahan di atas level MA100. Indikator MACD menunjukkan pelebaran histogram negatif, dan Stochastic RSI berada di area oversold namun belum mengindikasikan terjadinya reversal.

Oleh karena itu, IHSG diprediksi bergerak sideways. Sepanjang perdagangan Selasa, 15 September 2026, IHSG akan menyusuri kisaran support 6.400, dan posisi resistance 6.600. Presiden Prabowo melantik Suahasil Nazara sebagai Menteri Keuangan (Menkeu) baru pada Senin, 14 September 2026 menggantikan Purbaya Yudhi Sadewa.

Sebelumnya, Suahasil menjabat sebagai Wakil Menkeu sejak era Presiden Joko Widodo (Jokowi). Pergantian pos Menteri Keuangan itu, diharap lebih menjaga kredibilitas, dan disiplin fiskal. Dengan demikian, sehingga menjaga defisit APBN tetap aman di bawah batas 3 persen.

Selain itu, karena sudah menjabat sebagai Wakil Menkeu dalam waktu relatif lama, diharapkan Suahasil dapat memahami secara rinci mengenai postur anggaran sehingga transisi pelaksanaan kebijakan fiskal berjalan dengan lancar. Dengan pergantian Menkeu baru itu, investor mengharap dapat mengembalikan kredibilitas, dan konsistensi fiskal.

Oleh sebab itu, dapat mengembalikan kepercayaan investor domestik, dan global terhadap ekonomi makro dan pasar keuangan Indonesia. Kalau skenario dan ekspektasi tersebut terjadi, diharap dapat mendorong capital inflow sehingga Rupiah menguat, yield SBN mengalami penurunan, dan IHSG lebih stabil.

Bagi bursa saham, dampak jangka pendek diperkirakan cenderung fluktuatif. Sedangkan dampak jangka panjang, investor akan menanti realisasi kebijakan menteri baru. Berdasar data itu, Phintraco Sekuritas menjagokan saham Bank Mandiri (BMRI), Bank BNI (BBNI), Bank BRI (BBRI), Telkom 9TLKM0, dan Astra (ASII). (*)