EmitenNews.com - Jaringan ritel minuman Kopi Kenangan menargetkan pencatatan saham perdana (Initial Public Offering/IPO) dalam kurun waktu 24 bulan ke depan. Meski tenggat waktu telah dicanangkan, manajemen saat ini masih menghadapi dilema strategis dalam menentukan bursa efek yang akan menjadi pelabuhan pencatatan saham mereka, dengan Bursa Efek Singapura (SGX) dan Bursa Efek Indonesia (BEI) sebagai kandidat kuat.

Mengutip wawancara bersama The Straits Times di sela-sela ajang Forbes Global CEO Conference, Co-founder dan Group CEO Kopi Kenangan, Edward Tirtanata, memaparkan bahwa pihaknya telah menjalin komunikasi yang cukup intens dengan pihak SGX. Selain Singapura dan Indonesia, bursa di Amerika Serikat dan Hong Kong turut masuk dalam radar pertimbangan manajemen.

"Dalam 24 bulan ke depan, kami memang ingin go public. Kami hanya belum memutuskan lokasinya," ungkap Edward. Ia menegaskan bahwa keputusan final akan sangat bergantung pada bursa mana yang menawarkan iklim pasar paling reseptif bagi perusahaan konsumen Asia Tenggara pada saat peluncuran nanti.

Kegalauan utama manajemen bermuara pada ambisi untuk melakukan pencatatan saham ganda (dual listing). Kopi Kenangan memandang SGX memiliki potensi sebagai "nukleus" untuk mengawinkan likuiditas lintas kawasan bersama BEI, Bursa Malaysia, maupun Hong Kong. Namun, Edward menyoroti ketiadaan preseden atau panduan regulasi yang gamblang terkait mekanisme transferabilitas saham antar-bursa tersebut.

"Jika saya ingin mencatatkan saham di BEI dan SGX secara bersamaan, bagaimana caranya?" ujar Edward mempertanyakan regulasi yang ada. Ia menambahkan bahwa perusahaan saat ini memilih bersikap wait and see sembari menunggu terbitnya panduan yang lebih jelas atau langkah preseden dari emiten lain sebelum mengambil eksekusi final.

Sebenarnya terdapat kerangka kerja Nasdaq-SGX Global Listing Board (GLB) yang memfasilitasi pencatatan lintas bursa. Namun, Edward menilai syarat ambang batas valuasi yang mencapai USD2 miliar masih terlampau tinggi dan otomatis menutup pintu bagi banyak perusahaan skala menengah.

Apa Motif Kopi Kenangan Go Public?

Terkait motif aksi korporasi ini, Edward meluruskan bahwa IPO kelak tidak ditujukan untuk mendanai belanja modal atau ekspansi gerai baru, mengingat kebutuhan tersebut telah mampu ditutup secara penuh oleh arus kas internal perusahaan. 

Sebaliknya, langkah melantai di bursa dirancang murni untuk menyediakan pasar yang likuid bagi para investor awal—termasuk di dalamnya nama besar seperti petenis Serena Williams dan musisi Jay-Z—agar dapat merealisasikan investasi mereka. 

Di sisi lain, Edward menjamin dirinya tidak akan mengambil opsi exit dan akan tetap memimpin operasional Kopi Kenangan setidaknya untuk satu dekade ke depan.