EmitenNews.com - Kinerja sektor perdagangan eceran domestik diprakirakan tetap solid pada Juli 2026. Bank Indonesia memproyeksikan Indeks Penjualan Riil (IPR) Juli 2026 tumbuh 0,9 persen secara tahunan (yoy) mencapai level 224,4, ditopang oleh kenaikan penjualan kelompok makanan, minuman, dan tembakau, serta perlengkapan rumah tangga.

Berdasarkan Siaran Pers Bank Indonesia Nomor 28/155/DKom, kenaikan penjualan pada kelompok makanan, minuman, dan tembakau serta suku cadang dan perlengkapan rumah tangga menjadi pendorong utama kinerja eceran. Kondisi ini memberikan sinyal positif bagi emiten ritel di pasar modal yang bergerak di sektor barang konsumsi harian dan perkakas rumah tangga.

Secara bulanan (mtm), penjualan eceran pada Juli 2026 diprakirakan terkoreksi tipis -0,3 persen akibat normalisasi permintaan pasca periode Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN) dan libur sekolah. Kendati demikian, pencapaian ini tercatat lebih baik dibandingkan periode Juli 2025 yang sempat terkontraksi hingga -4,1 persen (mtm).

Pada bulan sebelumnya, yakni Juni 2026, IPR berada pada level 225,0 dengan pertumbuhan bulanan sebesar 0,7 persen (mtm). Kinerja bulan Juni tersebut didorong oleh terjaganya permintaan selama periode libur sekolah dan HBKN pada kelompok suku cadang, perlengkapan rumah tangga, dan barang lainnya.

Dari sisi perkembangan harga, tekanan inflasi di tingkat pedagang diprakirakan mereda pada September 2026 namun meningkat pada Desember 2026. Indeks Ekspektasi Harga Umum (IEH) September 2026 tercatat sebesar 155,2, melandai dari Agustus 2026 yang sebesar 178,0. Sementara IEH Desember 2026 diprakirakan naik ke level 168,1 dari November 2026 sebesar 167,5 seiring antisipasi kenaikan permintaan akhir tahun.(*)