IDXINDUST

 0.00%

IDXINFRA

 0.00%

IDXCYCLIC

 0.00%

MNC36

 0.00%

IDXSMC-LIQ

 0.00%

IDXHEALTH

 0.00%

IDXTRANS

 0.00%

IDXENERGY

 0.00%

IDXMESBUMN

 0.00%

IDXQ30

 0.00%

IDXFINANCE

 0.00%

I-GRADE

 0.00%

INFOBANK15

 0.00%

COMPOSITE

 0.00%

IDXTECHNO

 0.00%

IDXV30

 0.00%

IDXNONCYC

 0.00%

Investor33

 0.00%

IDXSMC-COM

 0.00%

IDXBASIC

 0.00%

IDXESGL

 0.00%

DBX

 0.00%

IDX30

 0.00%

IDXG30

 0.00%

KOMPAS100

 0.00%

PEFINDO25

 0.00%

BISNIS-27

 0.00%

ISSI

 0.00%

MBX

 0.00%

IDXPROPERT

 0.00%

LQ45

 0.00%

IDXBUMN20

 0.00%

IDXHIDIV20

 0.00%

JII

 0.00%

IDX80

 0.00%

JII70

 0.00%

SRI-KEHATI

 0.00%

SMinfra18

 0.00%

Isyarat Menkeu AS Tekan Indeks NASDAQ, Indeks Saham Asia Dibuka Flat

05/05/2021, 09:26 WIB

Isyarat Menkeu AS Tekan Indeks NASDAQ, Indeks Saham Asia Dibuka Flat

EmitenNews - Indeks saham di Asia pagi ini Rabu(5/5) dibuka datar setelah indeks NASDAQ semalam anjlok 1.9% akibat aksi jual atas saham-saham di sektor teknologi.


"Pemicu dari aksi jual ini adalah komentar dari Menteri Keuangan AS Janet Yellen bahwa suku bunga di AS mungkin harus naik sedikit untuk mencegah laju pertumbuhan ekonomi yang terlalu cepat atau overheating. Ini disebabkan oleh membengkaknya belanja Pemerintah dalam bentuk paket stimulus fiskal," urai analis Phillip Sekuritas, Dustin Dana Pramitha.


Kenaikan suku bunga akan menekan valuasi saham khususnya di sektor teknologi dan secara umum akan menahan laju kenaikan indeks saham dalam mencapai titik tertinggi terbaru.


"Investor kembali mengabaikan laporan keuangan emiten seiring dengan akan segera berakhirnya musim laporan keuangan dan lebih memilih untuk mengantisipasi rilis data Non-Farm Payrolls pada hari Jumat nanti," tambah Dustin.


Dari sisi makroekonomi, investor mencerna rilis data Neraca Perdagangan bulan Maret AS di mana defisit perdagangan membengkak 5.6% menjadi USD74.4 miliar di tengah kuatnya permintaan domestik yang memicu lonjakan impor. Defisit perdagangan AS di prediksi akan semakin melebar karena ekonomi AS pulih jauh lebih cepat dibanding dengan ekonomi di negara-negara lain. Ekspor tumbuh 6.6% menjadi USD200 miliar sementara impor naik 6.3% menjadi USD274.4 miliar.


Data lain memperlihatkan bahwa pesanan untuk sektor manufaktur (factory orders) AS tumbuh 1.1% di bulan Maret setelah kontraksi 0.5% di bulan Februari.


Dari dalam negeri, untuk hari ini investor menantikan rilis data pertumbuhan ekonomi (PDB) 1Q21 Indonesia yang di prediksi masih akan mengkonfirmasi bahwa Indonesia belum keluar dari resesi.


Author: F J