Jadi Induk Otomotif Roda 3, INPS Caplok Dealer APPKTM Rp5,8 Miliar
:
0
Potret kendaraan bermotor roda tiga merk APPKTM. Foto: Angga Pratama/Unsplash
EmitenNews.com - PT Indah Prakasa Sentosa Tbk (INPS) mencaplok 90 persen saham PT Tri Satria Indah Motor (TSIM) senilai Rp5,8 miliar.
Untuk diketahui, TSIM berkedudukan di Kabupaten Sidoarjo, Jawa Timur, beralamat di Jalan Raya Gelam No. 6, Kelurahan Gelam, Kecamatan Candi, dan bergerak di bidang usaha otomotif sebagai main dealer kendaraan bermotor roda tiga merek APPKTM.
Direktur Utama INPS, Muhammad Reagy Sukmana menyampaikan, aksi akuisisi itu ditandai dengan penandatanganan Akta Jual Beli Saham No. 6 pada 5 Oktober 2026 di hadapan Notaris Emmyra Fauzia Kariana, S.H., M.Kn.
Melalui transaksi senilai Rp5,8 miliar ini, Perseroan membeli 180 lembar saham TSIM milik Jemmy Widjaja.
Adapun mekanisme pembayaran dilakukan dalam dua tahap, yakni sebesar Rp2,92 miliar telah diselesaikan sesuai Perjanjian Jual Beli Saham Bersyarat pada 30 September 2026, dan sisanya sebesar Rp2,88 miliar dilunasi saat penandatanganan akta jual beli atau AJB.
“Sumber pendanaan: Fasilitas pinjaman dari pihak ketiga sebagaimana telah dilaporkan Perseroan melalui Laporan Informasi atau Fakta Material No. 022/INPS-OJK/X/2026 tanggal 1 Oktober 2026,” terang Reagy dalam keterbukaan informasi, Selasa (6/10).
Pasca transaksi, susunan pemegang saham TSIM kini menjadi 90 persen dimiliki perseroan, 9 persen dimiliki Jemmy Widjaja, dan 1 persen dimiliki Liem Kiet Hiw.
Dengan demikian, TSIM kini menjadi entitas anak yang dikendalikan secara langsung oleh perseroan dan laporan keuangannya akan dikonsolidasikan ke dalam laporan keuangan perseroan.
“Transaksi ini merupakan langkah pengembangan usaha Perseroan sebagai perusahaan induk ke bidang otomotif kendaraan bermotor roda tiga dan diharapkan memberikan dampak positif terhadap kegiatan usaha dan kondisi keuangan Perseroan ke depan,” ungkap Reagy.
Related News
Disorot Bursa, 3 Saham UMA Ini Lanjut Melorot—Salah Satunya ARB
Rights Issue BUVA Dibeking Hapsoro, Incar Dana Rp1,53 Triliun
Empat Saham Masuk Suspensi BEI, Satu Terjerat Kasus Going Concern
Bursa Cabut 3 Suspensi Saham: 2 Melesat ke Harga Atas, Sisanya Junam
Efek H Isam, Investor Berbondong-bondong Serbu BYAN
Perdana, Direktur ini Gulung Jutaan Saham Grup Bakrie





