Jasa Marga Kantongi Kredit Sindikasi Rp19,72T Untuk Tol Yogya-Bawen
PT Jasa Marga (Persero) Tbk melalui anak usahanya PT Jasamarga Jogja Bawen (JJB), meraih kredit sindikasi senilai Rp17,92 triliun untuk mendukung pembiayaan pembangunan Jalan Tol Yogyakarta-Bawen.(Foto: Jasa Marga)
EmitenNews.com - PT Jasa Marga (Persero) Tbk melalui anak usahanya PT Jasamarga Jogja Bawen (JJB), meraih kredit sindikasi senilai Rp17,92 triliun untuk mendukung pembiayaan pembangunan Jalan Tol Yogyakarta-Bawen. Total nilai investasi proyek tol tersebut mencapai Rp25,61 triliun.
Fasilitas pembiayaan tersebut diperoleh Jasa Marga dari sejumlah lembaga perbankan dan institusi keuangan yang terdiri dari Bank Mandiri, Bank Central Asia (BCA), dan PT Sarana Multi Infrastruktur (SMI) (Persero) yang bertindak sebagai Joint Mandated Lead Arrangers & Bookrunners (JMLAB). Sementara Maybank Indonesia dan Bank BPD Daerah Istimewa Yogyakarta (BPD DIY) turut andil sebagai partisipan dalam sindikasi pembiayaan ini.
Penandatanganan perjanjian kredit sindikasi dilaksanakan di Kantor Pusat Jasa Marga, Jakarta, pada Selasa (17/03). Kegiatan ini dihadiri Direktur Pengembangan Usaha Jasa Marga, Ari Respati serta Direktur Keuangan dan Manajemen Risiko Pramitha Wulanjani, Komisaris Utama PT Jasamarga Jogja Bawen Aldrin Maulana Najib, Direktur Utama PT Jasamarga Jogja Bawen A.J. Dwi Winarsa.
Direktur Utama Jasa Marga Rivan A. Purwantono menyampaikan rasa syukur atas kepercayaan para kreditur dalam mendukung pembiayaan proyek strategis tersebut. "Keberhasilan financial close ini mencerminkan kuatnya kepercayaan sektor perbankan dan institusi keuangan terhadap fundamental bisnis Jasa Marga serta prospek jangka panjang jalan tol di Indonesia," katanya.
Kepercayaan yang diberikan oleh para lembaga keuangan ini menjadi fondasi penting bagi Jasa Marga dan PT JJB untuk mempercepat pembangunan Jalan Tol Yogyakarta-Bawen. Proyek ini diharapkan dapat memberikan nilai tambah bagi konektivitas kawasan sekaligus mendukung pertumbuhan ekonomi di wilayah Daerah Istimewa Yogyakarta dan Jawa Tengah.
Rivan menekankan bahwa proyek Jalan Tol Yogyakarta–Bawen merupakan salah satu infrastruktur strategis yang diharapkan dapat meningkatkan integrasi jaringan Jalan Tol Trans Jawa di wilayah tengah.
“Dengan terhubungnya koridor Yogyakarta menuju Semarang melalui jalan tol, mobilitas masyarakat dan distribusi barang akan menjadi lebih efisien. Hal ini juga diharapkan dapat memperkuat konektivitas antarwilayah sekaligus membuka peluang pengembangan kawasan ekonomi, pariwisata, serta investasi di Daerah Istimewa Yogyakarta dan Jawa Tengah,” tambah Rivan.
Senada dengan Rivan, Direktur Utama PT JJB A.J. Dwi Winarsa mengatakan bahwa penandatanganan perjanjian ini merupakan hasil dari kolaborasi seluruh pemangku kepentingan terhadap percepatan progress pembangunan infrastruktur yang menghubungkan wilayah Yogyakarta dan Jawa Tengah tersebut.
“Kami berharap penandatanganan ini menjadi awal yang baik bagi pembangunan JJB serta mendukung penyelesaian proyek sesuai target waktu. Terima kasih atas dukungan seluruh pihak, semoga kolaborasi ke depan dapat terus terjaga dan memberikan hasil sesuai harapan bersama,” ujar Dwi.
Jalan Tol Yogyakarta–Bawen memiliki total panjang 75,12 km yang terbagi dalam 6 seksi, yaitu Seksi 1 Sleman–Banyurejo sepanjang 8,80 km, Seksi 2 Banyurejo–Borobudur sepanjang 15,20 km, Seksi 3 Borobudur–Magelang sepanjang 8,10 km, Seksi 4 Magelang–Temanggung sepanjang 16,65 km, Seksi 5 Temanggung–Ambarawa sepanjang 21,39 km, serta Seksi 6 Ambarawa–Bawen sepanjang 4,98 km.
Saat ini, Seksi 6 Ambarawa-Bawen telah dioperasikan secara fungsional dalam mendukung kelancaran arus mudik dan balik periode libur lebaran 2026.
Jalan Tol Yogyakarta-Bawen merupakan bagian dari pengembangan jaringan Jalan Tol Trans Jawa yang memiliki peran strategis dalam meningkatkan konektivitas antara wilayah Yogyakarta dengan Semarang serta kawasan di sekitarnya. Kehadiran Jalan Tol Yogyakarta-Bawen diharapkan dapat meningkatkan efisiensi waktu tempuh perjalanan, memperlancar distribusi logistik, serta mendukung pengembangan kawasan pariwisata dan ekonomi di wilayah tersebut.
Secara operasional, keberadaan Jalan Tol Yogyakarta-Bawen juga akan memberikan alternatif jalur bagi pengguna jalan dari arah Yogyakarta menuju Semarang maupun sebaliknya, sekaligus membantu mengurangi potensi kepadatan lalu lintas pada jalur arteri eksisting, khususnya di kawasan Bawen dan sekitarnya.(*)
Related News
Kemendag Ajak Masyarakat Bijak dan Hati-Hati Belanja Lebaran
IHSG Rebound ke 7.106 Jelang Libur Panjang, Semua Sektor Menguat!
BSN Rangkul Ekosistem Properti Syariah Indonesia
Tekanan Mereda, IHSG Sesi I Bertahan Naik 1,14 Persen ke Rp7.102
Pefindo Patok Peringkat idA+ Untuk Obligsi Indah Kiat (INKP)
Wamen ESDM Cek Kesiapan Fuel Terminal Padalarang Pasok BBM Saat Mudik





