EmitenNews.com—PT Jaya Real Property Tbk (JRPT) membukukan laba bersih senilai Rp625,40 miliar hingga kuartal III 2022. Capaian itu turun 3,20% yoy dibandingkan periode sama tahun 2021 senilai Rp646,14 miliar.


Penurunan laba terjadi saat pendapatan usaha emiten pengembang properti itu menyusut 4,35% yoy mencapai total Rp1,61 triliun, dari kuartal III/2022 di angka Rp1,69 triliun.

 

Penjualan kavling dan unit bangunan masih menjadi tulang punggung pendapatan JRPT yang menyerap sebanyak Rp1,25 triliun. Adapun penyewaan menduduki urutan kedua senilai Rp189,97 miliar, pengelolaan lingkungan Rp123,81 miliar, jasa pemeliharaan Rp18,85 miliar, hotel Rp15,90 miliar, beberapa pemasukan lain di bawah Rp11 miliar.

 

Beban pokok JRPT ikut berkurang menjadi Rp698,10 miliar, yang sebagian besar berasal dari ongkos penjualan kavling, bangunan, dan kondominium total mencapai Rp509,68 miliar.

 

Adapun perseroan juga menanggung beban usaha sejumlah Rp226,03 miliar, yang mayoritas berasal dari biaya gaji karyawan.

 

Kinerja sembilan bulan pertama tahun 2022 itu membuat laba bersih per saham dasar JRPT menurun menjadi Rp47,23, dari semula Rp47,79, sebagaimana tersaji di keterbukaan informasi, Bursa Efek Indonesia (BEI), Kamis (15/12/2022).

 

Neraca keuangan JRPT per 30 September 2022 menunjukkan ada kenaikan jumlah kewajiban pembayaran utang perseroan mencapai 2,92% di angka Rp3,69 triliun, dari akhir 2021 senilai Rp3,59 triliun. Adapun modal/ekuitas perseroan tumbuh 3,40% mencapai Rp8,43 triliun, dari akhir tahun lalu senilai Rp8,15 triliun.

 

Kedua capaian itu membuat total aset JRPT di kuartal III/2022 naik 3,25% mencapai Rp12,13 triliun, dari akhir 2021 sebesar Rp11,74 triliun. Hingga 30 September 2022, perseroan menggenggam kas dan setara kas bersih senilai Rp531,87 miliar, lebih rendah dari akhir tahun lalu di level Rp546,05 miliar.