EmitenNews.com - Dato' Low Tuck Kwong, pemegang saham pengendali PT Bayan Resources Tbk (BYAN), melakukan divestasi 33.333.335 saham perseroan pada Selasa, 6 Oktober 2026. Saham tersebut dilepas di harga Rp11.025 per saham dengan nilai transaksi mencapai Rp367,50 miliar.

Aksi divestasi tersebut dilakukan sehari sebelum transaksi jumbo saham BYAN di pasar negosiasi yang melibatkan pengalihan saham dalam jumlah besar.

Berdasarkan data RTI Business, pada sesi perdagangan pagi Rabu (7/10/2026) terdapat tiga transaksi BYAN di pasar negosiasi dengan harga eksekusi seragam Rp2.588 per saham. Total saham yang berpindah tangan mencapai 10.084.088.370 saham dengan nilai transaksi Rp26,09 triliun.

Transaksi jumbo tersebut berkaitan dengan perubahan Perjanjian Jual Beli Saham Bersyarat atau Conditional Share Purchase Agreement (CSPA) antara BYAN dan PT Jhonlin Baratama milik pengusaha Syamsudin Andi Arsyad alias Haji Isam.

Dalam keterbukaan informasi BYAN pada 6 Oktober 2026, perseroan mengonfirmasi perubahan jumlah saham biasa yang akan dialihkan. Berdasarkan perubahan CSPA tersebut, jumlah saham yang disepakati untuk dialihkan meningkat menjadi 10.084.088.370 saham dari sebelumnya 10.000.000.500 saham.

Sementara itu, pergerakan saham BYAN pada perdagangan Rabu tertekan. Hingga pukul 15:04 WIB, saham BYAN melemah 950 poin atau 7,06% menjadi Rp12.500 per saham.

Padahal, saham BYAN sempat dibuka menguat ke level Rp13.450. Sepanjang perdagangan reguler, saham BYAN bergerak pada rentang Rp12.500-Rp14.250 per saham, dengan volume 6,09 juta saham dan nilai transaksi Rp80,10 miliar.